Sukses

Sinyal Bandel HER2 pada Kanker Payudara Bisa Diatasi dengan Obat Ini

Liputan6.com, Jakarta Pada kasus kanker payudara, kita mengenal istilah HER2 positif dan negatif. Reseptor HER2 ini adalah sebuah antena untuk menangkap sinyal dari selaput membran.

Bila terdapat overekspresi (kelebihan) antena dalam menangkap sinyal dari HER2, maka artinya sel kanker itu mempunyai kemampuan untuk membelah lebih cepat.

Menurut ahli bedah onkologi & staf divisi bedah onkologi RS. Dharmais, Dr. Walta Gautama ST, SpB(K) Onk, kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar 20-25 persen kasus kanker payudara.

"Ekspresi itu normalnya sebesar 25.000 hingga 50.000 reseptor HER2. Pada sel kanker itu meningkat sampai kurang lebih 2.000.000 HER2," kata Walta yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedan Onkologi Indonesia (PERABOI).

Kanker dengan HER2 positif ini juga ternyata memiliki sifat yang bandel. “kanker payudara dengan HER2 positif, memiliki sifat yang lebih agresif, jahat, dan mudah menyebar,” ujarnya  dalam acara media gathering di Jakarta, Selasa, (18/2/2020).

"Jika HER2 positif itu bersifat bandel, maka harus dihentikan kebandelannya dengan cara dikasi antibandel. Antibandel itu disebut dengan anti-HER2 atau yang biasa dikenal dengan Trastuzumab. Itu bekerja dengan cara menangkap sel-sel kanker," katanya.

Meskipun begitu, dokter Walta mengatakan, obat tersebut hanya bisa diberikan bagi yang punya reseptor HER2.

Maka dari itu, anti-HER2 bekerja dengan menghalangi HER2 protein yang berperan penting untuk pertumbuhan sel.

“Itu yang tadinya sel karena HER2nya overekspresi jadi berkurang kemampuan untuk membelahnya, itulah kerja anti-HER2,” ucap Ahli Bedah Onkologi & Staf Divisi Bedah Onkologi RS. Dharmais.

Apabila HER2 itu positif, dalam kanker payudara, 70 persen bersifat bandel dan 30 persen lainnya bersifat tidak bandel. Sehingga, ketika diberikan anti-HER2, sebanyak 70 persen sifat bandelnya akan berkurang.

Hingga saat ini, kanker payudara menempati urutan tertinggi dalam kasus kanker pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia.

Kira-kira, kata Ketua PERABOI, terdapat kurang lebih 1.200 kasus kanker payudara per tahun.

Dokter Walta menambahkan, “Itu merupakan kasus baru dan dimana sekitar 70 hingga 65 persen sebagian besar termasuk kasus advance yaitu kasus yang sudah sampai pada stadium 3 dan 4.”

2 dari 3 halaman

Adakah cara untuk menghindari HER2 positif?

Dalam kasus kanker payudara, HER2 positif tak bisa dihindari. dr Walta menjelaskan, sinyal HER2 ini ditemukan di sel kanker dan jadi penanda apakah ini tumor jinak atau ganas.

"HER2 itu kan penanda. Jadi, kanker payudara itu yang punya HER2-nya positif kira-kira 20 sampai 25 persen, 70 persennya nggak punya. Jadi tumornya diperiksa, ada HER2-nya atau nggak..,” katanya.

Diketahui juga bahwa HER2 juga ada di sel normal, tetapi tidak banyak. Namun, jika itu overekspresi, jumlahnya bisa mencapai 10 kali lipat.

Dokter Walta menambahkan, “Nah itu bisa ada di kira-kira 20 sampai 25 ada di pasien kanker payudara. Stadium apapun.”

Pada kanker jenis lainnya juga terdapat HER2 meski tidak setinggi di kanker payudara.

Penulis : Vina Muthi A.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Loading