Sukses

Terbaru, 2 Pasien di UEA Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Kantor berita Emirates News Agency (WAM) mencatat dua pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona baru dan telah menjalani perawatan medis dinyatakan pulih.

 

Sebelumnya, Uni Emirat Arab (UAE) telah melaporkan delapan kasus terkait Virus Corona, enam diantaranya adalah warga China, sementara dua lainnya adalah warga negara Filipina dan India.

Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA mengkonfirmasi dua pasien yang telah sepenuhnya pulih tersebut merupakan warga negara China, yaitu seorang pria berusia 41 tahun, dan putranya, yang berusia delapan tahun.

"Dengan mengumumkan pemulihan pada kedua kasus hari ini, kami menyampaikan pesan cinta dari warga UEA kepada warga China yang ramah dan menekankan solidaritas pada mereka yang menghadapi penyakit ini," kata kepala International Health Regulations di Kementerian Kesehatan UEA dr. Fatima Al Attar, yang dikutip melalui laman Gulfbusiness, Senin (17/2/2020).

Untuk diketahui, jumlah total kasus infeksi Virus Corona yang berhasil sembuh di UAE sudah mencapai tiga dari delapan kasus yang tercatat, dengan lima orang lainnya yang masih terus dipantau, yang salah satunya masih dalam perawatan intensif.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA mengumumkan Liu Yujia, seorang wanita berusia 73 tahun dari Tiongkok sebagai pasien pertama yang 'pulih sepenuhnya' dari penyakit Virus Corona baru di UEA.

 

2 dari 3 halaman

10.844 pasien dibebaskan

Sementara itu, Otoritas Kesehatan Tiongkok juga mengumumkan sebanyak 10.844 pasien yang terinfeksi Virus Corona baru telah dibebaskan dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh pada Senin (17/02), melansir laman Xinhuanet. 

Sehari sebelumnya, National Health Commission memaparkan sebanyak 1.425 orang telah keluar dari rumah sakit setelah masa pemulihan, dengan total 1.770 orang yang meninggal, dan dengan 70.548 kasus infeksi baru yang telah dilaporkan di 31 wilayah tingkat provinsi dan Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang di Cina.

Dalam upaya menahan penyebaran Virus Corona baru tersebut, UEA melakukan tes pencegahan pada hampir 1.200 orang.

Al Attar menuturkan bahwa pengobatan Virus Corona baru tetap bergantung pada tingkat kekebalan tubuh pasien, dengan mengobati gejala dan mengatasi komplikasi karena tidak ada vaksin untuk membasmi virus ini.

Menurutnya, studi yang tersedia telah membuktikan bahwa tingkat pemulihan infeksi Virus Corona dapat mencapai 98 persen.

 

Penulis: Lorenza Ferary

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut:

Loading