Sukses

62 Suspect Virus Corona di Indonesia Dinyatakan Negatif, Jokowi: Patut Kita Syukuri

Liputan6.com, Jakarta Usai 62 suspect virus corona di Indonesia diumumkan negatif, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa hal ini adalah sesuatu yang patut disyukuri.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Kesehatan, dalam menangani wabah virus corona.

"Saya kira ini menunjukkan kewaspadaan kita, kehati-hatian kita, ekstra kerja keras kita, sehingga virus itu tidak masuk ke Indonesia," kata Jokowi seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada Rabu (12/2/2020).

"Meskipun kemarin ada 62 yang suspect, tetapi setelah dicek semuanya pada posisi negatif. Ini patut kita syukuri," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Selasa kemarin.

Jokowi menambahkan kepada media agar terus menyampaikan informasi yang akurat tentang pengendalian virus corona kepada masyarakat.

2 dari 3 halaman

Nama Resmi Novel Coronavirus

Novel Coronavirus sendiri akhirnya mendapatkan nama resmi setelah sebelumnya hanya disebut dengan virus corona, virus corona Wuhan, atau juga menggunakan kodenya yaitu 2019-nCoV.

Pada Selasa, 11 Februari waktu Jenewa, World Health Organization (WHO) meresmikan bahwa virus corona strain baru ini bernama "COVID-19."

"Kita sekarang punya nama untuk penyakitnya dan itu adalah COVID-19," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari Channel News Asia.

Tedros mengungkapkan beberapa arti dari penamaan tersebut. "Co" berasal dari "corona", "vi" berasal dari "virus", dan "d" berasal dari "disease" atau penyakit. Sementara angka "19" merupakan singkatan dari 2019, di mana infeksi pertama kali diidentifikasi pada tanggal 31 Desember.

3 dari 3 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Wabah Corona Belum Teratasi, Peserta Lomba Lari Maraton di Jepang Dibatasi
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Miliarder China Sebut Penderita Virus Corona Mencapai 1,5 Juta Orang, Benarkah?