Sukses

Apa Bedanya Pneumonia Biasa Dengan Pneumonia Wuhan?

Liputan6.com, Jakarta Mewabahnya virus pneumonia wuhan akhir-akhir ini membuat banyak masyarakat yang memikirkan akan kesehatan dan kondisi tubuhnya. Bahkan mungkin masih ada yang bertanya-tanya perbedaan dari pneumonia yang seperti biasa dengan pneumonia wuhan yang baru muncul akhir-akhir ini.

Jika ada seseorang yang secara tiba-tiba merasa sesak dan ada riwayat dia dari Wuhan, Kementerian Kesehatan memasukkannya ke dalam kewaspadaan tinggi terhadap novel coronavirus (pneumonia wuhan). 

"Namun, jika tidak ada cerita tersebut kita masih melakukan tata pola seperti pneumonia biasanya," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono dalam konferensi pers pada Senin (20/1/2020) di Gedung Kemenkes.

Menurut Anung, pneumonia sebelumnya pernah terjadi di Indonesia dan banyak juga kasusnya. Kemudian, jika ini mengarah ke novel coronavirus seseorang yang sakit dengan gejala virus yang tidak biasa dan penurunan kondisi yang cepat.

"Mohon maaf jika tiba-tiba seseorang sesak nafas dan tidak sadarkan diri dalam waktu yang cepat itu kita juga perlu curiga ke arah novel coronavirus," kata Anung.

Selanjutnya, dalam waktu 14 hari jika ada cerita yang berkaitan dengan hal-hal seperti kontak erat dengan seseorang yang memiliki riwayat novel coronavirus dan mengunjungi fasilitas kesehatan di sana, mengunjungi atau bekerja di Wuhan dan memiliki riwayat kontak dengan hewan disana.

2 dari 4 halaman

Vaksinasi pneumonia biasa tidak bisa untuk mencegah pneumonia wuhan

"Kemarin juga ditanyakan. Pak itu kan ada vaksin yang berkaitan dengan pneumonia, tetapi itu sebenarnya tidak sama," ucap Anung.

Jadi, jika ada seseorang yang ingin pergi ke Tiongkok, terutama Wuhan dan minta untuk vaksinasi pneumonia dengan harapan tidak terkena novel coronavirus yang sedang mewabah di sana, tentu tidak bisa atau tidak cocok.

"Vaksinnya itu tidak cocok. Saya tegaskan bahwa vaksin pneumonia biasa tidak untuk mencegah novel coronavirus," jelas dirjen P2P Kemenkes.

Dirjen P2P Kemenkes juga menambahkan bahwa sangat diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi pneumonia, tetapi lebih untuk pneumonia biasa yang saat ini sudah kita kenal.

Anung berharap masyarakat tidak terjebak dalam hal tersebut.

 

3 dari 4 halaman

Macam-macam vaksin pneumonia yang telah beredar

Sebelumnya, menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, setidaknya ada tiga vaksin untuk pneumonia yang beredar.

Pertama adalah vaksin PCV3 yang memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri Streptococcus pneumoniae. Mereka menyebabkan pneumokokus pada masa manusia. Vaksin ini memberikan masa perlindungan sekitar tiga tahun. Biasanya diberikan pada bayi dan anak di bawah dua tahun.

Kedua adalah vaksin PPSV23 yang melindungi dari 23 strain bakteri pneumokokus. Produk ini ditujukan untuk kelompok usia yang lebih dewasa seperti di atas 65 tahun, atau dari dua sampai 64 tahun dengan kondisi khusus.

Penulis : Vina Muthi A.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Warga Palembang Diduga Terjangkit Virus Corona Usai dari Malaysia, Bagaimana Diagnosisnya?
Artikel Selanjutnya
Elton John Alami Pneumonia Saat Bernyanyi di Auckland