Sukses

Jenis Bahan Pangan yang Kedaluwarsa dan Rusak Jelang Natal dan Tahun Baru 2020

Liputan6.com, Jakarta Jenis bahan pangan yang kedaluwarsa dan rusak jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 lebih banyak ditujukan membuat kue. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sampai 19 Desember 2019, ada 42,98 persen (81.138 kemasan) pangan kedaluwarsa.

Ada juga temuan pangan olahan yang rusak sebesar 6,05 persen pangan rusak (11.414 kemasan). Temuan tersebut hasil pengawasan pangan dari 2.664 sarana distribusi pangan (ritel, importir, distributor, grosir).

"Karena sekarang menjelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru, banyak yang bikin kue. Ya, jualan kue, memproduksi kue," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito saat konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

"Bahkan di rumah tangga kan juga untuk konsumsi sendiri. Misalnya, tepung dan krimer. Bahan itu juga jadi olahan (pembuatan kue dan lain) di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau industri besar.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Minuman, Bumbu Masak, Makanan Ringan

Bahan pangan kedaluwarsa yang ditemukan BPOM ini pada umumnya adalah minuman dalam kemasan. Ada juga bumbu-bumbu masak.

"Susu kental manis juga ada. Kalau minuman ada minuman kopi, teh, dan susu. Makanan ringan juga termasuk," Penny menambahkan.

Selain itu, kemasan pangan olahan yang rusak bahkan sudah kedaluwarsa. Ada juga yang belum kedaluwarsa tapi sudah rusak karena penyimpanannya yang tidak baik.

Bahan pangan olahan yang kedaluwarsa sekaligus rusak, di antaranya minuman kopi, susu kental manis, tepung, mi instan, minuman berperisa, minuman susu, dan permen.

Pengawasan bahan pangan olahan masih terus berlanjut hingga minggu kedua Januari 2020.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS