Sukses

Cara Mengelola Pikiran Usai Mendengar Berita Buruk

Liputan6.com, Jakarta Berita tragedi atau kejahatan bisa menimbulkan rasa terkejut, sedih, syok, ketakutan, marah dan sebagainya. Bila berita maupun informasi bertubi-tubi mengenai hal buruk kadang membuat emosi jadi terkuras.

Dokter dari Maryland House Detox, Amerika Serikat, Esther Saggurthi mengatakan bahwa bila Anda terpengaruh oleh berita maupun informasi yang tidak baik itu sebaiknya ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Bila tidak bisa berdampak pada aktivitas Anda.

Selain itu, berikut beberap hal yang bisa dilakukan seperti dilansir Bustle, Jumat (11/10/2019).

1. Rehat dari media sosial

American Psychological Association (APA) menyarankan untuk membatasi konsumsi berita terkait topik yang membuat Anda tidak nyaman itu. Mencari tahu mengenai kabar terbaru memang baik, tapi mendengarkan dan membaca selama 24 jam bisa menimbulkan perasaan negatif.

2. Jaga diri sendiri

Wajar untuk merasa lelah secara fisik dan psikis setelah mendengar hal buruk, walaupun tidak secara langsung berdampak pada Anda. Maka sebaiknya beristirahat sejenak.

“Anda bisa mengalami stres yang intens, seolah tersakiti secara fisik. Misalkan, Anda mungkin merasa lelah, sakit, atau tidak seimbang,” jelas APA.

Berbicara pada orang yang dipercayaEsther menyarankan untuk mencari pertolongan dari orang-orang yang dipercaya. Agar Anda tidak semakin larut dalam perasaan negatif itu.

 

2 dari 2 halaman

3. Meditasi

 

Esther  mengusulkan untuk melakukan meditasi. Cara ini membuat pikiran bisa fokus kembali dan mengurangi dampak kecemasan yang mengacaukan alur pikiran.

“Satu hal lagi, yang mungkin terdengar aneh, yakni ambillah sebuah permen. Makanlah makanan manis. Itu bisa membantu otak untuk menyadari hal-hal yang baik,” kata Esther.

5. Identifikasi apa yang bisa dikendalikan

Jika Anda terlibat secara langsung, Esther menyarankan untuk mulai dengan berusaha mengatur kelima indera. Bersabar dengan diri sendiri dan bila perlu mencari pertolongan dari orang lain.

 

 

Penulis : Selma Vandika

Loading