Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

5 Alasan Miss V Gatal Usai Berhubungan Intim

Liputan6.com, Jakarta Terkadang miss V terasa gatal usai berhubungan intim. Kondisi ini bisa membuat Anda terganggu, bahkan cemas, apa yang menyebabkannya gatal.

Melansir laman Independent Online, Minggu (25/8/2019), di balik kondisi gatal, ada beberapa penyebab miss V terasa gatal.

1. Alergi sperma

Spesialis kesuburan dan ginekolog Thanos Papathanasiou menerangkan, jika Anda alergi terhadap sperma pasangan, vagina mungkin terasa gatal setelah berhubungan intim.

"Alergi sperma (juga dikenal sebagai alergi air mani atau hipersensitivitas plasma seminalis) juga dapat membuat perut terasa bengkak atau sakit, dengan sensasi terbakar.

2. Radang vagina 

Menurut para ahli, kondisi radang pada miss V dan vulva dikenal sebagai vulvovaginitis. Selain vulva yang membengkak, vaginitis dapat menyebabkan keputihan dan gatal yang tidak biasa.

 

2 dari 4 halaman

Reaksi Alergi

3. Reaksi alergi

Dokter tidak tahu alasan penyebab beberapa orang mengalami alergi. Alergi tampaknya dapat diwarisi dalam satu keluarga, salah satunya alergi gatal usia bercinta.

Jika Anda memiliki anggota keluarga dekat yang memiliki alergi, maka Anda berisiko lebih besar terkena alergi. Reaksi alergi yang menyebabkan vulva membengkak dikenal sebagai vaginitis tidak menular.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena bahan kimia yang dipengaruhi pakaian, krim, pelumas, dan kondom.

4. Pengharum pada sabun 

Membersihkan diri setelah berhubungan seks dapat mencegah gatal setelah berhubungan seks. Anda dapat membilas organ intim menggunakan sabun biasa.

Hindari sabun yang sangat harum dan membilas daerah vulva karena are tersebut sensitif. Bahkan hal itu tidak boleh dilakukan bila ingin membersihkan vulva sebelum berhubungan seks.

3 dari 4 halaman

Infeksi Jamur dan Cara Mencegahnya

5. Infeksi jamur

Dikutip dari laman Mayo Clinic, infeksi jamur vagina adalah infeksi jamur yang menyebabkan iritasi, keputihan, dan rasa gatal yang intens pada vagina dan vulva--jaringan di lubang vagina.

Kondisi tersebut disebut kandidiasis vagina, infeksi jamur vagina yang memengaruhi 3 dari 4 wanita di beberapa titik dalam hidup mereka. Banyak wanita mengalami setidaknya dua kali.

Mencegah Alergi Gatal pada Vagina

Cara perawatan ketidaknyamanan vagina tergantung pada kondisi apa yang menyebabkan masalah. Para ahli ginekolog dari WedMD memberikan saran, gunakan air dan sabun biasa tanpa pewangi untuk membersihkan area genital eksternal secara teratur.

Namun, jangan mencuci lebih dari sekali sehari. Hal itu dapat meningkatkan kekeringan pada vagina.

Selalu bersihkan dari depan ke belakang setelah buang air besar. Anda juga bisa mengenakan celana dalam katun (tanpa bahan sintetis), serta ganti pakaian dalam setiap hari.

Gunakan kondom selama hubungan seksual untuk mencegah penyakit menular seksual.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerdas Memilih Sabun Kewanitaan yang Aman untuk Vagina
Artikel Selanjutnya
Cegah Kehamilan, Wanita Nekat Masukkan Logam ke dalam Vaginanya