Sukses

Tiga Hari Setelah Digigit Nyamuk, Pramugari Ini Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta Seorang pramugari di Thailand meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD) tiga hari setelah dirinya digigit nyamuk. Wanita berusia 25 sempat menderita demam tinggi dan sakit kepala yang parah.

Apitchaya Jareondee, nama pramugari itu, sedang mengambil cuti dari pekerjaannya ketika dia meninggal dunia. Saat itu, dia digigit nyamuk dan harus dibawa keluarganya ke dokter karena demam tinggi.

Melansir The Sun pada Selasa (13/8/2019), keluarga membawa Apiitchaya ke Lanna Hospital di Chiang Mai. Dokter mendiagnosisnya dengan demam berdarah yang ditularkan lewat gigitan nyamuk.

Awalnya, pramugari yang bekerja di Thai Lion Air itu diminta melakukan pemeriksaan darah setiap hari. Sayangnya, dia terlanjur mengalami infeksi parah dan memicu pendarahan internal, syok, dan gagal organ hingga meninggal dunia.

2 dari 3 halaman

Komplikasi Serius Akibat DBD

Surin Jareondee, sepupu korban mengatakan bahwa nyamuk memang sedang berkembang di daerah mereka.

"Saat ini sedang musim hujan dan ada banyak nyamuk di daerah itu," kata Surin.

Mereka menambahkan, pihak keluarga segera mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari nyamuk. Beberapa diantaranya adalah dengan lebih banyak menghabiskan wakktu di dalam rumah serta menutup jendela.

Webmd mencatat, DBD memang bisa menyebabkan komplikasi serius meski jarang terjadi. Hal tersebut biasanya ditandai dengan demam tinggi, kerusakan getah bening dan pembuluh darah, pendarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, serta kegagalan sistem peredaran darah.

Gejala yang berkembang menjadi pendarahan hebat, syok, hingga kematian disebut dengan dengue shock syndrome (DSS).

Laman kesehatan tersebut melaporkan, setidaknya 400 juta infeksi DBD terjadi di seluruh dunia setipa tahunnya. Sekitar 96 juta menyebabkan penyakit.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Hal Sederhana dari Dapur, Obat Bentol dan Gatal Bekas Gigitan Nyamuk
Artikel Selanjutnya
622 Penderita Tewas, Filipina Darurat Epidemi Demam Berdarah