Sukses

6 Kemungkinan Penyebab Berat Badan Tak Turun walau Sudah Olahraga

Liputan6.com, Jakarta Segelintir orang seringkali mengeluh perihal berat badannya tak kunjung menyusut, padahal sudah jaga makan dan melakukan olahraga secara rutin.

Olahraga yang dilakukan bahkan cenderung berat, yang konon lebih cepat membakar kalori.

Apabila kondisi ini terjadi pada Anda, sebaiknya hal-hal berikut ini Anda pahami terlebih dahulu. Mungkin itu yang jadi penyebab berat badan Anda tak turun-turun.

Perlu Anda ketahui bahwa olahraga dan menjaga asupan makan bukan faktor penentu Anda memperoleh bentuk tubuh yang ideal. Melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya lima hari yang lalu, pelatih kebugaran bersertifikat APKI (Aosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia), Dinda Utami Sasetyo, menjabarkan alasannya.

Berikut enam poin untuk mengetahui jawaban mengapa berat badan tak turun-turun padahal sudah olahraga dan jaga makan;

 

2 dari 3 halaman

Poin yang Mesti Anda Jawab

1. Sudahkah Anda mencacat makanan yang masuk ke tubuh?

"Punya food diary enggak untuk keep track apa saja yang kamu makan sehari-hari? Kalau belum, boleh dicoba. Syaratnya, cuma rajin dan jujur," tulisnya di @dindautami dikutip Health Liputan6.com pada Senin, 13 Mei 2019.

Menurutnya, jangan pernah pakai perasaan dalam menjawab poin nomor satu itu.

"Jangan pakai perasaan 'Perasaan makannya enggak banyak'. Punya food diary membantu kita mengevaluasi manakah dari makanan kita konsumsi sehari-hari yang membuat kita kelebihan kalori," ujarnya.

2. Sudah berolahraga rutin?

Bagi Anda yang mengeluh pada sudah berolahraga, apakah aktivitas fisik itu dilakukan secara rutin? Rutin tidaknya Anda, bisa diukur progresnya. Termasuk jenis olahraga yang dilakukan, apakah latihan kekuatan (strength), kardio, flexibilty, mobility.

"Dan cek juga, apakah didukung dengan pola hidup yang aktif?," Dinda menekankan.

3. Apakah istirahat dan tidur cukup?

Ini juga harus Anda pastikan. Jangan-jangan alasan Anda tak juga kurus karena tidur Anda berantakan.

"Olahraga yang berlebihan atau overtraining juga bisa bikin kita susah tidur dan seringkali jadi overeating," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Penyebab Lainnya

4. Apakah menikmati prosesnya?

"Apakah kamu menikmati prosesnya atau jadi terbebani karenanya? Kalau jawabannya yang kedua, ada baiknya kita sama-sama mengubah pola pikir itu," kata Dinda.

"Mulailah dengan niat karena kita sayang dengan tubuh, bukan benci dengan keadaan yang sekarang," Dinda menambahkan.

 
 
 
View this post on Instagram

Sebelum kamu jadi sedih, ada baiknya kita duduk manis sambil bertanya ke diri sendiri pertanyaan2 di bawah ini: 1. Punya food diary ngga untuk keep track apa aja yg kamu makan sehari2? Kalau belum, boleh dicoba lho. Syaratnya cuma 2: rajin dan jujur. Jangan pake perasaan - “perasaan makannya ngga banyak”😁 Punya food diary membantu kita mengevaluasi manakah dari makanan yg kita konsumsi sehari2 yg berpotensi membuat kita kelebihan kalori? 2. “Sudah berolahraga” yg dimaksud apakah rutin? Bisa diukur progressnya? Variatif dari sisi jenisnya (strength training, cardio, flexibility, mobility)? Dan apakah didukung dengan pola hidup yg aktif? 3. Cek lagi apakah istirahat dan tidurnya cukup? Olahraga yg berlebihan atau overtraining juga bisa bikin kita susah tidur dan seringkali jadi overeating. 4. Apakah kamu menikmati prosesnya atau jadi terbebani karenanya? Kalau jawabannya yg kedua, ada baiknya kita sama2 mengubah pola pikir. Mulailah dengan niat karena kita sayang dengan tubuh bukan benci dengan keadaan yg sekarang. 5. Kalau berat badan kamu butuh waktu bertahun2 untuk naik ke angka yg sekarang, turunnya pun butuh waktu. SABAR. 6. Kenapa butuh waktu? Because there is no shortcut to anywhere worth going. Yg instant itu biasanya sih mie😁 Be smart and take time to understand what works for your body but be wise to know that you are more than just a number on the scale. Help yourself to love yourself. #positivevibes #loveyourself #strongsisters #embracetheprogress #apkifamily #trainwithdinda #wisdomthroughmovement #womenempowerment

A post shared by Dinda Utami Sasetyo (@dindautami) on

5. Sabar

Dinda, mengatakan, berat badan saja butuh waktu bertahun-tahun untuk naik ke angka yang sekarang. Pun dengan turunnya, butuh waktu untuk mencapainya.

"Sabar," katanya.

6. Tak ada yang instan

"Kenapa butuh waktu? Because there is no shortcut to anywhere worth going. Yang instan itu biasanya sih mie," ujarnya.

Dinda mengimbau agar Anda meluangkan waktu untuk memahami bagaimana kerja tubuh Anda, sebelum mengeluh.

Serta bijaklah mengetahui sesuatu tentang badan Anda sendiri, karena ini tak sekadar angka dalam timbangan.

Terpenting, bantu diri Anda untuk mencitai diri sendiri.

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Waktu Terbaik Berolahraga Selama Ramadan
Artikel Selanjutnya
Orang Diabetes Boleh Olahraga di Bulan Puasa, Ini Tipsnya