Sukses

6 Tips Atasi Sesak Napas Saat Hamil

Liputan6.com, Jakarta Selain mual di pagi hari, salah satu yang juga bisa dialami ibu hamil adalah sesak napas. Bagi beberapa bumil, kondisi itu tak tertahankan, seperti yang dialami Mommy Fenni Jahja dari Babyologist. Tak sekadar berbagi pengalaman, Mommy Fenni juga memberi tips untuk mengatasi sesak napas saat hamil.

Apakah Mommies pernah atau sering mengalami sesak napas saat hamil? Saya pun mengalaminya di kehamilan usia 7 bulan. Saat itu rasanya seperti “nyawa saya terancam”, karena tidak ada udara bagi saya untuk dihirup. Waktu kontrol ke dokter kandungan, saya pun menyampaikan keluhan yang saya rasakan dan dokter mengatakan hal itu normal dalam batas-batas tertentu.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu meminimalisir sesak napas saat hamil:

  • Sesak napas diakibatkan oleh supply udara yang minim, ada baiknya hindari tempat yang terlalu ramai dan penuh dengan orang. Moms juga bisa mencari tempat yang memiliki sumber udara yang banyak seperti ruangan ber-AC atau ruangan dengan pintu terbuka.
  • Mommies harus tenang dan jangan bicara terlalu banyak karena udara bagi yang sedang sesak napas sangatlah minim.
  • Bila sesak napas sudah datang, ingat pola pernapasan untuk melahirkan atau yang biasa dilakukan saat senam hamil. Bagi saya, hal ini sangat membantu, ambil napas panjang dan dalam melalui hidung kemudian hempaskan melalui mulut, begitu seterusnya sampai napas kembali normal.
  • Lepaskan sepatu/sandal Mommies, kemudian angkat kaki ke atas bangku untuk mencapai posisi lurus dan duduk dalam keadaan senyaman mungkin.
  • Minum air putih dengan tenang dan dalam jumlah yang banyak.
  • Minta suami atau siapapun yang ada saat itu untuk menemani Mommies menenangkan diri (cukup 1 orang saja).

Sekian tips dari saya, apabila sesak napas tetap melanda Mommies, maka harus memeriksakan diri kembali ke dokter kandungan, karena ada kemungkinan terdapat indikasi kelainan jantung saat kehamilan.

Semoga bermanfaat.

Penampakan Hati Ayam Bertuliskan Angka dan Huruf di Kupang

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
5 Keseruan Mengurus Bayi Baru Lahir Bersama Mertua
Artikel Selanjutnya
Anak Aktif atau Hiperaktif, Apa Bedanya?