Sukses

Media Sosial Bikin Remaja Putri Cenderung Depresi

Liputan6.com, Jakarta Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet, EClinicalMedicine, menemukan keterkaitan antara depresi pada remaja dengan penggunaan media sosial. Studi tersebut menggunakan data dari 11 ribu remaja usia 14 tahun di Inggris. Hasilnya, remaja putri yang depresi juga cenderung menghabiskan waktu lebih banyak bermain media sosial dibandingkan para remaja pria.

Hampir 40 persen remaja putri yang menghabiskan waktu lebih dari 5 jam per hari mengakses media sosial seperti Facebook, Snapchat dan WhatsApp menunjukkan tanda-tanda depresi, dibandingkan 14,5 persen remaja pria. Terlepas dari durasi yang digunakan, remaja putri secara konsisten dua kali lebih berisiko depresi terkait dengan penggunaan media sosial. Selain itu, remaja putri memang cenderung lebih sering mengakses media sosial dibandingkan remaja pria.

Studi yang sama mengungkap, remaja putri juga dua kali lebih mungkin mengalami masalah tidur. Para peneliti meyakini hal itu bisa jadi disebabkan oleh penggunakan media sosial. Kurang tidur juga dikaitkan dengan gejala depresi.

Tak hanya kurang tidur, para peneliti juga melihat keterkaitan antara penggunaan media sosial di kalangan remaja dengan masalah kepercayaan diri. Oleh sebab itu para peneliti mengingatkan para orangtua mengenai penggunaan media sosial oleh anak remaja mereka.

"Sangat mungkin bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan bisa mengarah pada kepercayaan diri dan kesehatan mental yang buruk," ujar Stephen Scott, direktur National Academy untuk Parenting Research di King's College, London.

Melansir laman New York Post, Senin (7/1/2019), sekitar 60 persen remaja perempuan yang depresi merasa tidak bahagia dengan penampilan mereka. Mereka pun dua setengah kali merasa kurang puas dengan berat badan yang dimiliki dibandingan dengan para remaja pria.  

 

Saksikan juga video berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cara Matikan Pelacakan Lokasi di Aplikasi Facebook pada iOS dan Android
Artikel Selanjutnya
11 Juta Orang Indonesia Indonesia Alami Depresi