Sukses

Miris, Gizi Buruk Turun tapi Jumlah Orang yang Malas Gerak Terus Bertambah

 

Liputan6.com, Jakarta Peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Dr drg Amaliya mengatakan bahwa malnutrisi dan peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM) patut menjadi perhatian serius.

Menurut dia, revolusi mental agar masyarakat memiliki paradigma hidup sehat, guna tercapainya pembangunan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia, masih menjadi tantangan yang besar.

Amaliya berpendapat gaya hidup masa kini; kurang beraktivitas fisik, sanitasi yang buruk, dan asupan gizi tidak seimbang merupakan biang keladi masih sulitnya menyelesaikan permasalahan satu ini.

"Semua faktor itu harus menjadi perhatian dan diselesaikan secara komprehensif," kata Amaliya sebagaimana dikutip dari keterangan pers yang diterima Health Liputan6.com pada Sabtu, 24 November 2018.

Melihat perbandingan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) antara 2013 dan yang terbaru 2018, terjadi peningkatan jumlah orang yang menerapkan gaa hidup menetap atau sedentari. Dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen.

Meskipun untuk beberapa hal, seperti gizi buruk akibat malnutrisi, status stunting (kerdil), dan proporsi status gizi buruk dan gizi kurang mengalami penurunan.

“Masyarakat perlu sadar betapa pentingnya memerhatikan gaya hidup dan kandungan nutrisi seimbang di setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh," katanya.

"Untuk memenuhi gizi masyarakat, susu dan produk olahannya menjadi salah satu sumber gizi yang memiliki peranan penting,” ujar Amaliya.

 

2 dari 2 halaman

Susu Baik untuk Tubuh

Susu menurut Amaliya bagus untuk memenuhi asupan nutrisi seimbang karena di dalamnya terkandung semua hal yang tubuh butuhkan. Susu mengandung protein, lemak, dan vitamin yang berguna untuk perkembangan seseorang dalam setiap tahap kehidupan, dari anak-anak sampai orang dewasa.

“Saya rasa masyarakat tidak perlu ragu lagi mengenai kandungan susu, termasuk susu kental manis. Berbagai aturan yang ada sudah menegaskan produk pangan olahan termasuk susu kental manis aman dikonsumsi dengan tetap memerhatikan label di setiap kemasan produknya,” katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Imbas Perang Menahun, 85.000 Balita Yaman Tewas Akibat Gizi Buruk Akut
Artikel Selanjutnya
Malas Gerak? Hati-hati, Penyakit Ini Bakal Mengintaimu