Sukses

Daftar Makanan yang Bikin Tubuh Bugar Setelah Lelah Nonton Piala Dunia 2018

Liputan6.com, Jakarta Meski terkesan sepele, badan lemas setelah begadang nonton Piala Dunia 2018 bisa mengganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup Anda.

Apa solusinya?

Cara mengatasi badan lemas tergolong mudah, yakni dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Berdasarkan anjuran dr Alvin Nursalim dari KlikDokter, sambil istirahat usai nonton Piala Dunia, Anda dapat mengonsumsi sederet makanan berikut.

1. Semangkuk oatmeal hangat

Oatmeal merupakan sumber energi yang baik, karena kaya vitamin, mineral, dan antioksidan. Selain praktis, makanan sehat ini juga mengandung uap panas yang dapat melegakan saluran pernapasan Anda.

2. Buah-buahan

Badan lemas juga dapat disebabkan oleh kekurangan cairan. Selain minum air putih, buah juga dapat Anda pilih untuk memperbaiki kondisi ini. Beberapa jenis buah yang banyak mengandung cairan adalah semangka dan melon.

3. Makanan manis

Badan lemas setelah nonton Piala Dunia bisa terjadi akibat kadar gula di dalam tubuh terlalu rendah. Untuk mengatasi ini, Anda bisa mengonsumsi makanan manis dengan kandungan gula murni yang tinggi, seperti teh manis. Batasi pula konsumsinya, apalagi bila Anda adalah seorang penyandang diabetes.

 

2 dari 2 halaman

4. Ikan

Ikan adalah sumber makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Selain dapat mengatasi keluhan badan lemas, mengonsumsi ikan juga dapat menunjang pertumbuhan otot bagi Anda yang gemar berolahraga.

Selain kombinasi makanan di atas, pola makan yang baik juga perlu diterapkan untuk mengatasi kelelahan dan badan lemas.

“Makanlah tiga kali sehari, ditambah dua kali camilan sehat. Jangan lupakan juga sarapan di pagi hari,” ujar dr Sepri Trimurtini Limbong dari KlikDokter.

Nonton Piala Dunia memang boleh-boleh saja. Namun Anda harus tetap memerhatikan kondisi kesehatan diri, dan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengalami badan lemas di kemudian hari. Salam sehat!

Penulis: Bobby Agung Prasetyo. Sumber: Klikdokter.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Cari Tahu Lebih tentang Postpartum Depression
Artikel Selanjutnya
Kisah Orang dengan HIV yang Memilih Tetap Punya Anak