Sukses

TBC Tulang Belakang, Bagaimana Cara Penyakit Ini Menyerang?

Liputan6.com, Jakarta Selama ini yang sering kita dengar adalah TBC paru. Ternyata, TBC atau TB yang merupakan kependekan dari tuberkulosis, enggak hanya menyerang paru-paru Anda saja lho, namun juga bisa menyebar dan menyerang tulang. Beranjak dari sini, muncul istilah TBC tulang belakang. Jika tidak segera diobati, TBC dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh Anda lewat aliran darah.

Penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini umumnya menimbulkan serangkaian gejala seperti batuk sekitar 1 bulan, nyeri dada, batuk berdarah, badan terasa lemas, demam, penurunan nafsu makan, sampai penurunan berat badan. Jika mengenai tulang, ini kemudian disebut TBC tulang belakang.

Sejak dua dekade terakhir, kasus TBC tulang terus bertambah di negara-negara berkembang, terkait dengan masalah malnutrisi. Tak hanya itu, kasus ini juga meningkat pada penderita HIV/AIDS.

Menurut dr. Andika Widyatama, TBC tulang belakang juga dapat timbul akibat resistensi obat saat pengobatan TBC paru yang akhirnya terjadi penyebaran ke bagian tubuh lainnya, seperti dikutip dari KlikDokter, Kamis (29/3/2018).

"Bakteri tuberkulosis bisa menginfeksi tulang apapun di tubuh, tetapi paling sering menyerang tulang belakang. Kasus yang terjadi pada tulang belakang bisa mencapai 50% dari seluruh jumlah kasus TBC tulang," ungkap Andika.

Penyakit TBC tulang belakang yang juga dikenal dengan Pott’s disease, menurut Andika, biasanya menyerang tulang belakang yang setinggi dengan bagian dada (toraks). TB jenis ini bisa terjadi juga di persendian pinggul, lutut, pergelangan kaki, tulang area bahu, dan tulang area siku.

 

Simak juga video menarik berikut:

 

2 dari 2 halaman

Gejala yang menyertai penderita TBC tulang belakang

Sebelum terlambat, lebih baik kita tahu seperti apa gejala seseorang yang terkena TBC tulang.

1. Benjolan di punggung

TBC tulang belakang yang semakin hebat dapat pula terus merusak piringan tulang belakang. Pada akhirnya, keadaan tersebut menyebabkan penonjolan tulang belakang keluar. Tonjolan ini dikenal dengan istilah gibbus.

2. Kelumpuhan

Kondisi TBC tulang belakang yang tidak didiagnosis secara dini dan tidak ditangani dengan tepat dapat menyerang jaringan lain di sekitar tulang belakang secara cepat, termasuk saraf yang berada di sepanjang tulang belakang.

Ketika sudah mengenai saraf tersebut, maka TBC dapat menimbulkan gejala kelumpuhan.

3. Nyeri

Gejala nyeri yang ditimbulkan pada TBC tulang bervariasi, bergantung dari bagian tulang yang terkena.

TBC pada persendian dapat menyebabkan nyeri akut dan kekakuan pada sendi. Sementara itu, TBC tulang belakang dapat menimbulkan rasa nyeri di bagian punggung secara konstan.

4. Peradangan sendi

Tuberkulosis pada sendi biasanya menyerang sendi panggul dan lutut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala kekakuan pada sendi hingga timbulnya abses (penumpukan nanah) di sendi.

Loading
Artikel Selanjutnya
WHO Puji Indonesia Bertindak Cepat Akhiri TBC di 2030
Artikel Selanjutnya
Menkes Tegaskan Indonesia Siap Singkirkan TBC di 2030