Sukses

Kain Kasa Tertinggal di Perut Wanita Ini Selama 6 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Dua kain kasa bersarang di perut seorang wanita kira-kira enam tahun lamanya. Wanita berusia 42 tahun yang tak disebut namanya itu berkonsultasi ke sebuah klinik perawatan di Jepang. Ia mengalami kembung selama tiga tahun.

Berdasarkan laporan terbaru di New England Journal of Medicine, yang dipublikasikan pada Rabu, 21 Februari 2018, hasil CT scan di perut wanita itu menunjukkan, dua kain kasa yang bersarang di perut.

Prosedur pembedahan, yang disebut laparotomi, mengonfirmasi adanya dua buah kain kasa yang menempel pada omentum (lipatan jaringan yang menghubungkan perut dengan struktur di dalam lainnya) dan kolon (usus besar) pasien.

Penulis menyimpulkan, kain kasa mungkin dibiarkan tertinggal di perut setelah operasi caesar. Wanita tersebut menjalani dua operasi caesar enam tahun sebelumnya.

Ia tidak punya riwayat operasi perut atau panggul lainnya, menurut Takeshi Kondo, seorang dokter umum di Chiba University Hospital.

"Pasien menjalani dua operasi caesar di klinik ginekologi yang sama," kata Kondo, dikutip dari CNN, Selasa (27/2/2018).

"Meskipun dia sudah bertemu dengan ahli bedah (yang menanganinya waktu operasi) dan mengatakan kalau benda asing (kain kasa) masih ada. Dokter bedah itu tidak mengakui kesalahannya dengan alasan tidak adanya bukti yang jelas," ia menambahkan.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 2 halaman

Dokter Bedah Dipecat

Setelah kain kasa diangkat, gejala kembung dari wanita itu hilang. Dokter bedah yang menangani operasi caesar akhirnya dipecat lima hari kemudian, setelah wanita itu mengatakan ada kain kasa di perutnya.

Dari data American Society of Anesthesiologists, sekitar lusinan kain kasa dan perlengkapan bedah lainnya tertinggal di dalam tubuh pasien setiap hari di Amerika Serikat. Kejadian ini terjadi sekitar 4.500-6.000 kasus per tahun.

Adanya alat dan perlengkapan bedah yang tertinggal di perut pasien dapat menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, dan kembung. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan dapat menyebabkan sepsis atau kematian.

"Dua pertiga dari kasus ini, ada konsekuensi serius, apakah itu infeksi atau kematian," kata Atul Gawande, seorang ahli bedah praktik di Brigham and Women's Hospital.

Dalam satu kasus, ada juga kain kasa kecil yang tertinggal di otak. Pasien akhirnya mengalami infeksi dan akhirnya meninggal.

Kejadian perlengkapan bedah tertinggal di tubuh pasien, termasuk kesalahan prosedur operasi, yang dianggap sangat mengerikan.