Sukses

Penumpang Bus Perlu Sabuk Pengaman atau Tidak?

Liputan6.com, Jakarta Kecelakaan maut yang membuat bus pariwisata bernopol F 7959 AA terguling di Tanjakan Emen, Subang, pada Sabtu, 10 Februari 2018 petang menyebabkan 27 penumpang tewas. Penyebab bus terguling diduga karena mengalami rem blong saat berada di turunan itu.

Menilik dari kecelakaan tersebut, ada salah satu cara meminimalisirkan korban yang cedera atau tewas, yaitu penggunaan sabuk pengaman. Pada bus pariwisata, sabuk pengaman tidak hanya tersedia untuk pengemudi saja, melainkan di kursi penumpang.

Penggunaan sabuk pengaman mungkin sering diabaikan oleh penumpang. Sesuai dilansir dari Autodeal, Minggu (11/2/2018), penumpang menganggap, sabuk pengaman dinilai membatasi gerakan saat duduk. Rasa bebas menikmati perjalanan akan kurang terasa.

Sementara itu, pada laman Science ABC, kursi penumpang di depannya yang cukup tinggi dinilai aman dan terjamin menjaga keselamatan saat terjadi tabrakan.

Walaupun begitu, sabuk pengaman dirancang menjaga pengemudi dan penumpang aman di kursi masing-masing bila terjadi kecelakaan lalu lintas. Sabuk pengaman berfungsi menahan seluruh tubuh agar tidak terlontar seandainya kecelakaan terjadi.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

1 dari 3 halaman

Benturan keras dan patah tulang

Sebuah eksperimen dilakukan untuk melihat seberapa besar fungsi sabuk pengaman bagi penumpang. Tes ini dilakukan pada mobil oleh International Institute for Highway Safety (IIHS).

Hasil tes menunjukkan, penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman dalam sebuah mobil yang menabrak akan mengalami cedera. Saat mobil tabrakan, penumpang bisa membentur bagian belakang jok depan.

Bagi penumpang yang berada di kursi belakang dalam posisi di tengah juga mengalami efek berbahaya. Tanpa sabuk pengaman, penumpang akan terlempar melalui kaca depan mobil dan keluar dari mobil.

Hal ini bisa mengakibatkan patah tulang sampai kematian.

2 dari 3 halaman

Bergerak dengan kecepatan sama

Efek penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman menunjukkan, berlakunya hukum inersia. Hukum inersia menyatakan, tubuh tetap bergerak pada kecepatan konstan dan ke arah yang sama.

Dalam beberapa milidetik pertama sebelum terjadi kecelakaan, tubuh dan mobil berada pada laju kecepatan yang sama. Saat benturan terjadi, kendaraan mengalami penghentian tiba-tiba.

Ini menyebabkan segala sesuatu di dalam mobil, seperti benturan keras pada jok depan terjadi dalam kecepatan yang sama persis. Benturan dan lontaran ini bisa diminamilisir dengan penggunaan sabuk pengaman.

Artikel Selanjutnya
Picu Tabrakan Beruntun hingga Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Menghilang
Artikel Selanjutnya
Bukan karena Rem Blong, Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu