Sukses

Melihat Proses Pengolahan Susu di Peternakan

Liputan6.com, Jakarta Susu merupakan jenis minuman yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh manusia. Namun sebelum akhirnya bisa kita nikmati, tentunya susu mengalami proses yang diawali dengan pemerahan dari sapi pilihan hingga proses pengemasan untuk sampai layak dan aman untuk dikonsumsi.

Tahapan pengelolaan susu pun tak hanya terkait pihak perusahaan susu saja, namun juga melibatkan sejumlah masyarakat umum khususnya para peternak yang tersebar di Indonesia.

Menyadari pentingnya peran peternak dalam industri susu ,Frisian Flag Indonesia (FFI) melaksanakan program dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pada kebutuhan sosial serta kekuatan produksi dan proses susu guna pemenuhan kebutuhan susu masyarakat.

Program tahunan FFI yang dikenal dengan Daily Development Program (DPD) menjangkau lebih dari 700 peternak lokal yang tersebar di berbagai titik Indonesia, yang pelaksanaannya melalui kolaborasi antara Friesland Campina, FFI, dan sejumlah koperasi peternak lokal dengan dukungan penuh dari Kementerian Peternakan Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda.

Dinamai Farmer2Farmer (F2F) menjadi program yang sudah berlangsung sejak 2013 silam, dan kini kali ketiganya FFI kembali menghadirkan tiga peternak FrieslandCampina dari Belanda untuk memberikan pelatihan dan pengajaran mengenai tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik dan benar.

Pemilihan program F2F ini dilandasi atas keinginan perusahaan dalam memperluas praktik lapangan yang interaktif, dengan memberikan pakan, perawatan anak sapi, praktik dan higienitas dari pemerahan sapi, perawatan mesin pemerahan sapi, hingga desain dan pembangunan kandang ternak yang layak.

Berjalannya program ini mengantongi harapan tinggi agar kelak peternak sapi perah lokal di Indonesia dapat diimplementasikan dengan baik, juga demi mewujudkan kesejahteraan peternak Indonesia yang berlangsung sejak 5 sampai 20 April 2016 di Jawa Barat dan Jawa Timur.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.