Sukses

Tak Semua Penyakit Saluran Pernapasan Perlu Antibiotik

Liputan6.com, Jakarta Antibiotik merupakan obat yang mampu melawan penyakit yang disebabkan bakteri. Perlu diingat bahwa tidak semua penyakit disebabkan bakteri. Oleh karena penggunaan antibiotik tak boleh sembarangan, dokter akan terlebih dahulu melihat gejala pada pasien sebelum meresepkannya.

Pada penyakit saluran pernapasan, dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Arifin Nawas, menerangkan akan memberikan antibiotik kepada pasiennya bila melihat tiga gejala yang dialami. 

Baca Juga

"Jika pasien demam tinggi, dahaknya dari putih berubah jadi kekuningan, lalu diikuti dengan kenaikan sel darah putih yakni di atas 12.000, itu baru diresepkan antibiotik," terang dokter Arifin dalam diskusi yang digelar Pfizer di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Lalu untuk mengetahui kuman penyebab infeksi, biasanya dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas. Bila ternyata ada bakteri dan belum diketahui secara pasti jenisnya, dokter akan memberikan terapi antibiotik empirik.

Namun sekali perlu lagi diingat, bahwa penggunaan antibiotik harus berdasarkan resep dokter. Jika sudah diresepkan, patuhi penggunaannya.

"Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan tidak sesuai dengan dosis dapat menimbulkan resistensi," terang Ketua Komtie Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kemenkes RI, dr. Harry Parathon, SpOG(K) dalam kesempatan yang sama.

Saat ini diperkirakan sekitar 135 ribu orang meninggal di Indonesia per tahunnya akibat bakteri resisten.