Sukses

Kelemahan dan Kelebihan dari Dua Jenis Operasi Bypass Jantung

Liputan6.com, Jakarta Operasi bypass jantung merupakan prosedur penting untuk mengatur ulang aliran darah di pembuluh darah yang tersumbat sehingga terbentuk jalur aliran darah baru yang lancar dan tidak tersumbat lagi.

Jika dahulu pasien jantung hanya mengenal operasi bypass jantung konvensional yang memerlukan sayatan besar akibat pembelahan tulang dada, kini sudah ada rumah sakit yang menerapkan operasi bypass jantung sayatan minimal yang dikenal dengan minimally invasive cardiac surgery coronary artery bypass grafting (MICS CABG).

Ahli Bedah Thorax dan Kardiovaskular OMNI Hospitals Alam Sutera Dr Alfa Ferry, MD, SpBTKV, FRCS, FCF, FIHA menjelaskan, MICS CABG merupakan kemajuan bagi pasien arteri koroner agar secepat mungkin terlepas dari prosedur penyembuhan dan dapat cepat pula kembali jalani kehidupan sehari-hari dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Prosedur ini juga bertujuan menekan risiko yang umum terdapat pada operasi bypass jantung konvensional dan menjaga kelangsungan manfaatnya. Dalam sebuah diskusi di OMNI Hospitals Alam Sutera pada Kamis (10/12/2015) siang, Alfa Fery menjelaskan apa saja perbedaan antara operasi bypass jantung sayatan minimal MICS CABG dan operasi bypass jantung konvensional.

Selama operasi berjalan:

A. MICS CABG

- Jantung pasien tetap seperti biasanya sementara dokter menjalankan prosedur bypass jantung. Prosedur yang disebut dengan off-pum jantung pasien tidak akan dihentikan dan kemudian menggunakan alat jantung kecuali kondisi jantung pasien lemah.

- Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di sela-sela tulang rusuk pasien.

B. Operasi bypass jantung konvensional

- Jantung pasien dihentikan sementara sehingga dokter dapat melakukan prosedur bypass dengan nyaman.

- Selama dokter melakukan prosedur bypass, fungsi jantung pasien akan dijalankan oleh alat jantung. Prosedur ini disebut dengan on-pump. Selama fungsi jantung dan paru digantikan dengan alat jantung, alat ini akan mengatur aliran darah ke seluruh tubuh.

- Dokter bedah akan membuat sayatan besar dan membelah tulang dada untuk membukan akses ke jantung pasien.

2 dari 2 halaman

Pemulihan

Pemulihan:

A. MICS CABG

- Intensitas rasa nyeri berkurang
- Menekan penggunaan obat penahan sakit (analgesik) hingga 70 persen.
- Risiko infeksi berkurang hingga 70 persen
- menekan keperluan transfusi darah hingga 70 persen
- Memerlukan rawat inap selama dua malam paska menjalankan operasi jantung bypass MICS CABG
- Tiga dari empat pasien kembali menjalankan aktivitas normal dalam waktu 10 hari.

B. Operasi bypass jantung konvensional

Karena ada pembelahan tulang dengan sayatan yang lebih besar,

- Intensitas nyeri pasien lebih kuat
- Memerlukan obat penahan sakit (analgesik)
- Risiko mengalami infeksi hingga 98 persen.
- Memerlukan transfusi darah yang lebih banyak
- Memerlukan rawat inap setidaknya selama dua hari
- Pasien kembali beraktivitas setelah 8 minggu karena pembelahan tulang dada memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama.

"Dari segi pembiayaan memang sedikit lebih mahal, karena kita menggunakan alat untuk menyanggah tulang rusuk pasien. Lubangnya kan hanya beberapa sentimeter saja," kata Alfa Ferry menjelaskan.