Sukses

Agar Tubuh Tetap Fit Setiap Saat

Liputan6.com, Jakarta Ada orang yang percaya bahwa tubuh memiliki irama yang fluktuatif. Saat stamina tubuhnya tidak prima berarti bioritmenya memang sedang di bawah atau sedang buruk. Sebaliknya ketika bioritmenya tengah naik, tubuh pun senantiasa bersemangat, segar dan tak kenal lelah.

"Saya bukannya tidak percaya. Ada masanya orang merasa fit dan tidak. Tapi pasti ada sesuatu sebab, di luar bioritmenya sendiri. Kalau kita punya performance bagus, seharusnya bioritme itu bisa diatasi. Saya yakin dengan tingkat kebugaran cukup, hal itu tidak akan berpengaruh," tutur Dr. Mohamad Nasrun, SpKO.

Boleh saja tiap orang mempunyai peak performance atau kondisi puncak masing-masing. Ada yang merasa paling giat beraktivitas di pagi, siang, sore, atau malam hari. Tapi bila habis melalui kondisi terbagus, tak tersisa lagi tenaga buat kegiatan lain, bisa dikatakan kondisinya tidak bugar. Kondisi bugar itu sama untuk segala tingkat usia.

Komponen yang menyebabkan kebugaran tidak berbeda, hanya dalam mencapainya mungkin ada berbeda intensitasnya. Jenis yang dikerjakan pun belum tentu seragam. Pada lansia umumnya terjadi penurunan kekuatan otot, maka kalau tidak dilatih akan menimbulkan kemalasan beraktivitas, lalu disusul kondisi lemah-letih-lesu.

Supaya tingkat kebugaran terjaga, meski terjadi penurunan fungsional tubuh, olahraga tetap dianjurkan bagi kaum lansia. Yang penting diperhatikan, berolahraga berarti ada aktivitas lebih. Jadi otomatis kalori yang keluar juga meningkat. Untuk itu perlu asupan makanan sedemikian rupa supaya tetap memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Kalau sudah mendapatkan cukup gizi, juga memiliki pola makan yang baik, tanpa doping apa pun tubuh tetap bugar.