Sukses

Menunggu Pemulangan, Ini Daftar Tempat yang Disunahkan Dikujungi Jemaah Haji

Liputan6.com, Jakarta - Rangkain pelaksanaan ibadah haji telah usai. Saat ini, mereka pun menunggu kepulangannya ke Tanah Air.

Sembari menunggu jadwal kepulangan, jemaah haji memiliki waktu luang. Mereka pun bisa memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengujungi tempat-tempat bersejarah.

Hal itu dilakukan guna menambah pengetahuan jemaah haji mengenai Tanah Suci maupun menambah ilmu spiritualnya.

Salah satu yang disunahkan untuk dikunjungi jemaah haji adalah Raudhah. Raudhah ini berada di wilayah Masjid Nabawi

Berikut tempat-tempat yang disunahkan untuk dikunjungi jemaah haji dikutip dalam buku Muthawif Anda Di Tanah Suci karya Rafiq Jauhary :

2 dari 8 halaman

Masjid Nabawi

Sebagai masjid kedua yang memiliki keutamaan setelah Masjidil Haram, hingga kini Masjid Nabawi tak pernah sepi dari kunjungan para tamu Allah.

Tidak seperti masjid lain di Arab Saudi yang selalu menutup pintunya kecuali pada waktu salat, Masjid Nabawi tetap memberikan kesempatan 24 jam bagi para peziarah untuk memperbanyak ibadah di dalamnya.

Masjid ini pun mampu menampung 698.000 jemaah. Tentu saja, sejak awal Masjid Nabawi telah diberi predikat sebagai masjid yang didirikan atas dasar takwa dan akan terus diisi oleh orang yang ingin mensucikan dirinya dengan memohon ampunan kepada-Nya. Allah berfirman:

 

لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

 

"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa,sejka hari pertama adalah lebih patut kamu salat di dalamnya. Di dalamnya masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri dan sungguh Allah menyukai orang-orang yang bersih." dikutip dari Alquran surat At Taubah ayat 108.

3 dari 8 halaman

Raudhah

Raudah yang berari tanaman, penamaan ini berdasarkan sabda Nabi :

مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِوَمِنْبَرِى عَلَى حَوْضِى

 

"Di antara rumah dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga,dan mimbarku di atas telagaku"

Maksud dari Taman Surga adalah "Seperti Taman Surga", yakni siapa yang beribadah di dalamnya, maka ia akan mendaptakan rahmat dari Allah yang dapat mengantarkannya menuju surga.

Dahulu daerah ini adalah perkarangan antara rumah Nabi dengan mimbar masjid. Namun perluasan Masjid Nabawi kini menjadikannya berada pada bagian dalam masjid.

Tempat ini tak pernah sepi dari kunjungan para peziarah, karena disunahkan siapa saja yang masuk di dalam Masjid Nabawi supaya melakukan perbanyakan ibadah di dalamnya.

Jika kesulitan mencari daerah bernama Raudhah ini, Anda dapat mencarinya di bagian selatan Masjid Nabawi. Posisinya berada di shaf depan, agak bergeser ke kiri.

Yang paling mudah dicari dari tempat ini adalah warna karpetnya. Jika seluruh wilayah Masjid Nabawi dilapisi dengan karpet berwarna merah, Raudhah dibedakan dengan karpet berwarna hijau.

4 dari 8 halaman

Makam Nabi, Abu Bakar, dan Umar

Menjadi keistimewaan seorang Nabi adalah dikuburkan di mana beliau wafat, sebagaimana saat Rasullah meninggal dunia para sahabat berbeda pendapat mengenai di mana tempat penguburannya.

Hingga Abu Bakar mengatakan bahwa Rasullah pernah bersabda :"Seorang Nabi dikuburkan di tempat ia wafat".

Dikarenakan ketika itu Nabi Muhammad wafat tepat di kamar Aisyah yang bersebelahan dengan Masjid Nabawi, sementara Masjid beberapa kali mengalami perluasan, maka kini makan Nabi seolah berada di dalam Masjid Nabawi, begitu pun dengan makam kedua sahabatnya.

Untuk menziarahinya anda dapat memasuki melewati Babus Salam atau pintu lainnya yang sejajar. Setelah berada di depan makam, Anda cukup memberikan salawat dan salam, untuk mengusap-usap dindingnya, dan perbuatan lain yang tidak ada tuntunan bahkan dapat menganggu peziarah lainnya.

Di antara kalimat yanh dapat diucapkan ketika menziarahi makam beliau adalah :

 

السلام عليك يا رسول الله ورحمة الله وبركاته

"Semoga keselamtan selalu tercurah atasmu wahai rasullah,beserta kasih sayang dan barakah-Nya."

5 dari 8 halaman

Makam Baqi

Dari 124.000 total jumlah para sahabat, 10.000 di antaranya dimakamkan di Makam Baqi. Termasuk putra-putri kesayangan Nabi Muhammad yaitu Fatimah Az-Zahra, Ruqayah, Ummu Kultsum, Zainab, dan Ibrahim.

Inilah yang menjadikan kita ditekankan untuk dapat menziarahi sekaligus mendoakan para penghuninya, sebagaimana Rasullah yang selalu mendoakan penghuni Baqi dengan doa :

 السلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون . اللهم اغفر لأهل الغرقد . اللهم اغفر لنا ولهم

 

"Semoga keselamatan selalu tercurah atas kalian para penghuni kaum mukmin,kalian telah mendapatkan apa yang dijanjikan untuk kalian,esok masih ditangguhkan,isnya Allah kamu akan menyusul kalian. Ya Allah,ampunilah para penghuni Baqi Gharqa."

Di antara keutamaan lain penduduk Baqi selain diziarahi dan didoakan oleh jutaan jemaah haji adalah dibangkitkan lebih awal dibanding penghuni pemakaman lainnya.

Para penghubni Baqi adalah orang terpilih, hadits Rasul menganjurkan supaya kita meninggal di kota Madina jika kita mampu.

Beliau bersabda,"Siapa saja yang mampu menutup usia di Madina ,maka hendaknya ia meninggal di sana. Karena aku memberi syafaat pada orang yang tinggal di sana."

6 dari 8 halaman

Maqam Syuhada Uhud

Tempat ini letaknya persis di bawah kaki Gunung Uhud, lebih kurang 5 kilometer sebelah utara dari Masjd Nabawi. Tempat ini biasanya disertakan dalam program tour yang diselenggarakan di travel.

Di sana, 70 mujahid dikuburkan, termasuk di antaranya Hamzah, paman Nabi Muhammad. Peperangan terjadi tepat dua tahun lebih sembilan bulan dan tujuh hari setelah Hijrahnya Nabi ke kota Madinah ini menggoreskan luka amat dalam bagi sejarah perjuangan umat Islam.

7 dari 8 halaman

Masjid Quba

Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah, tepatnya ketika itu beliau singgah 14 hari di Quba setibanya dari Makkah Al-Mukaramah bersama Abu Bakar dalam perjalanan hijrah.

Dibanding masjid lainnya di kota Madinah (selain Masjid Nabawi), Masjid Quba memiliki beberapa keutamaan,Rasullah bersabda :

"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini (Masjid Quba) lalubshalat di dalamnya,maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah.

Namun ini bukan berati kewajiban umrahnya terbayarkan,hanya saja jika seseorang mendirikan shalat di Masjid Quba mendapatkan pahala layaknya pahala umrah,atau dalam riwayat lain disebutkan layaknya umrah bersama Nabi.

 

 

(Desti Gusrina)

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menag Lobi Arab Saudi Tetapkan Kuota Dasar Haji Indonesia Sebesar 231 Ribu
Artikel Selanjutnya
Pegadaian Tawarkan Layanan Umrah dan Wisata Halal ke Timur Tengah