China Kecam Serangan Houthi terhadap Arab Saudi

China menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi asal Yaman tersebut.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 13:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - China pada Senin (12/10/2026) mengecam serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap bandara dan fasilitas energi Arab Saudi.

"China mengecam serangan yang menimbulkan banyak korban jiwa dan menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya konflik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers rutin, seperti dilaporkan CNA.

"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan, menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog serta perundingan, dan segera mewujudkan perdamaian serta stabilitas di kawasan."

Serangan Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid (KKIA) di Riyadh pada Minggu (11/10), menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya. Sehari sebelumnya, serangan yang diklaim oleh kelompok Houthi juga menghantam bandara tersebut hingga menyebabkan operasionalnya dihentikan sementara.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), serangan pada Sabtu (10/10) itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya. Jumlah korban tersebut menjadikannya serangan paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Serangan itu sekaligus menandai peningkatan tajam konflik di Yaman. Dalam perang tersebut, Arab Saudi telah lama memberikan dukungan militer kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk melawan kelompok Houthi.

Kelompok Houthi belakangan semakin gencar menyerang bandara di Riyadh, termasuk serangan pada Kamis (8/10) yang menewaskan tiga orang. Kelompok tersebut juga meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi dan kapal tanker di Laut Merah.