AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Usai Kanselir Merz Bikin Trump Meradang

Perselisihan antara Trump dan kanselir Jerman terkait dengan perang Iran.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 08:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth memerintahkan penarikan sekitar 5.000 pasukan dari Jerman dalam waktu satu tahun ke depan. Demikian disampaikan Pentagon pada Jumat (1/5/2026).

Pengumuman tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump sebelumnya pada pekan ini mengancam akan menarik pasukan dari sekutu NATO, Jerman, di tengah ketegangan dengan Kanselir Friedrich Merz terkait perang Iran.

"Kami memperkirakan penarikan ini akan selesai dalam enam hingga 12 bulan ke depan," ujar juru bicara Pentagon Sean Parnell seperti dikutip dari CNA.

"Keputusan ini mengikuti peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan di Eropa serta mempertimbangkan kebutuhan di kawasan dan kondisi di lapangan."

Kanselir Merz menjadi sasaran kemarahan Trump setelah pada Senin (27/4) mengatakan bahwa Iran "mempermalukan" AS di meja perundingan.

Kemudian Trump pada Selasa (28/4) menyatakan bahwa Merz menganggap tidak masalah bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.

"Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!" ungkap Trump.

Pada Rabu (29/4), Trump mengatakan bahwa AS sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman dan ia akan mengambil keputusan dalam waktu dekat.

Selama dua masa jabatannya, Trump telah beberapa kali mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman dan sekutu Eropa lainnya, dengan alasan ia ingin Eropa mengambil tanggung jawab lebih besar atas pertahanannya sendiri daripada bergantung pada AS.

 

Trump: Kenapa Tidak Boleh?

Trump dinilai bertekad "menghukum" sekutu yang tidak mendukung perang Iran atau tidak berkontribusi dalam pasukan penjaga perdamaian di Selat Hormuz. Jalur perairan penting tersebut saat ini secara efektif telah ditutup oleh Iran.

Pada Kamis (30/4), Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan menarik pasukan AS dari Italia dan Spanyol karena penolakan kedua negara tersebut terhadap perang, dengan menyatakan kepada wartawan di Ruang Oval, "Italia tidak membantu kami sama sekali dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk."

"Ya, mungkin, saya mungkin akan melakukannya. Kenapa tidak boleh?" kata Trump.

Per 31 Desember 2025, terdapat 12.662 pasukan aktif AS di Italia dan 3.814 di Spanyol. Sementara di Jerman terdapat 36.436 pasukan.

Berbicara saat kunjungan ke Maroko, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pada Kamis bahwa Jerman siap menghadapi pengurangan pasukan AS dan membahasnya secara erat dan dalam semangat saling percaya di semua badan NATO.

Meski mengatakan dirinya tenang menghadapi kemungkinan berkurangnya pasukan AS di Jerman, Wadephul menegaskan bahwa keberadaan pangkalan besar AS di negara itu sama sekali tidak akan diubah atau dipersoalkan.

Ia menyebut bahwa Pangkalan Udara Ramstein memiliki fungsi yang tak tergantikan, baik bagi AS maupun Jerman.

Uni Eropa pada Kamis menyatakan bahwa penempatan pasukan AS di Eropa juga merupakan kepentingan AS, serta menyebut AS sebagai “mitra vital” dalam mendukung keamanan dan pertahanan Eropa.

Sementara itu, Trump kembali menyasar Merz dengan meminta agar ia fokus pada upaya mengakhiri perang di Ukraina daripada "mencampuri" urusan Iran.