Bulu Burung Langka Terjual Rp460 Juta, Jadi yang Termahal di Dunia

Apa makna dibalik bulu burung ini selain dari harganya yang sangat mahal?

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Wellington - Sebuah bulu langka dari burung huia yang sudah punah di Selandia Baru berhasil terjual dengan harga fantastis mencapai 46 ribu dolar Selandia Baru atau sekitar Rp460 juta. Bulu ini kini dinobatkan sebagai bulu termahal di dunia.

Burung huia, yang hanya hidup di Selandia Baru, telah punah sejak awal abad ke-20. Saat bangsa Eropa tiba di pulau itu, populasi burung ini sudah sedikit, dilansir dari Oddity Central, Senin (13/10/2025).

Namun, bulunya yang indah membuat para kolektor dan pedagang mode memburunya hingga akhirnya spesies ini benar-benar punah.

Bulu huia tetap menjadi barang incaran para kolektor hingga kini. Dalam sebuah lelang tahun lalu, bulu yang masih terawat dengan sangat baik itu awalnya diperkirakan hanya akan laku sekitar 3 ribu dolar, tetapi ternyata terjual lebih dari 9 kali lipat dari harga awal, yakni 28.365 dolar AS.

Burung Ikonik

Kepala bagian seni dekoratif di Webb’s Auction House, Leah Morris, menjelaskan alasan tingginya nilai bulu tersebut.

"Burung huia sangat ikonik dan banyak orang merasa memiliki keterikatan dengannya. Bulu ini juga masih mempertahankan warna aslinya yang kaya dan berkilau, tanpa tanda-tanda kerusakan akibat serangga," ujarnya kepada The Guardian.

Selain karena kelangkaannya, bulu huia juga bernilai tinggi secara budaya dan spiritual bagi suku Maori.

Dulu, para kepala suku mengenakan bulu ini sebagai hiasan kepala untuk menunjukkan status sosial mereka.

Menariknya, bulu termahal di dunia ini hanya memiliki berat 9 gram, menjadikannya jauh lebih berharga dibandingkan emas dengan berat yang sama.  Â