Ajudan PM Selandia Baru Resign Usai Dituduh Rekam Wanita Diam-diam

Michael Forbes, wakil kepala sekretaris pers PM Selandia Baru Christopher Luxon resign dan menyampaikan permintaan maaf.

Diterbitkan 09 Juni 2025, 10:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Wellington - Seorang ajudan, anggota staf Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon resign atau mengundurkan diri setelah dituduh mengambil foto dan video wanita secara diam-diam, dan merekam audio pekerja seks.

Michael Forbes, wakil kepala sekretaris pers Luxon, menyampaikan "permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para wanita yang telah saya sakiti".

Tuduhan tersebut terungkap setelah seorang pekerja seks mengatakan bahwa ia melihat telepon Forbes telah merekam audio saat ia sedang mandi, situs berita lokal Stuff NZ melaporkan awal pekan lalu seperti dikutip dari BBC, Senin (9/5/2025).

Ponselnya kemudian ditemukan berisi lebih banyak foto dan video wanita serta rekaman audio hubungan seksualnya.

Ada gambar wanita di pusat kebugaran dan di supermarket, Stuff NZ melaporkan, serta empat video wanita di rumah mereka, dengan rekaman tersebut terlihat seperti diambil dari jendela.

PM Selandia Baru, Luxon mengatakan kasus Forbes muncul sebagai "kejutan mutlak" dan bahwa ia memiliki "toleransi nol terhadap perilaku apa pun yang membuat wanita atau siapa pun merasa tidak aman".

"Saya bersimpati kepada para wanita yang mengajukan tuduhan ini dan yang dibuat merasa tidak aman karena tindakan orang ini," katanya pada hari Kamis (5/6), sehari setelah Forbes mengundurkan diri.

PM Luxon, bersama dengan para pemimpin politik lainnya, telah mengisyaratkan keterbukaan untuk mengubah undang-undang privasi guna melindungi target voyeurisme dengan lebih baik.

Polisi mengatakan mereka menerima pengaduan dari rumah bordil Wellington Juli 2024 lalu tentang foto-foto yang ditemukan di ponsel klien, tetapi akhirnya memutuskan kasus tersebut tidak memenuhi ambang batas untuk penuntutan.

 

Tudingan yang Dialamatkan

Menurut laporan Stuff NZ, pertemuan Forbes dengan pekerja seks di Wellington terjadi pada bulan Juli 2024.

Michael Forbes, wakil kepala sekretaris pers PM Luxon, dilaporkan memberikan kata sandi ponselnya kepada pekerja seks tersebut setelah dihadapkan dengan rekaman audio rahasia. Wanita itu, bersama dengan pekerja seks lainnya, kemudian menemukan beberapa rekaman audio dari sesi yang sama, serta foto dan video di perangkat tersebut.

Saat itu, Forbes adalah sekretaris pers untuk Menteri Pembangunan Sosial Louise Upston. Ia menjadi penjabat wakil sekretaris pers untuk Luxon pada bulan Februari.

Upston dan Luxon mengatakan mereka tidak mengetahui tentang pengaduan terhadap Forbes, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "sedang mengalami kemerosotan karena trauma dan stres yang belum terselesaikan" pada saat kejadian. Ia mengatakan bahwa ia telah mencari bantuan profesional, tetapi mengakui bahwa ia "gagal melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk meminta maaf".

Luxon pada hari Kamis (5/6) menyerukan peninjauan ulang atas "proses antar-lembaga" setelah kepala polisi Richard Chambers mengatakan bahwa pihak berwenang telah mengetahui tentang penyelidikan terhadap Forbes pada Juli  2024 lalu tetapi tidak melaporkannya kepada menteri.

"Kita harus menerima kejadian ini dan memahami apa yang telah terjadi di sini dan bagaimana hal itu terjadi, dan apa lagi yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya," kata PM Luxon.