Sukses

Undangan KTT G20 dari Pemerintah Indonesia Terus Dapat Respons Positif

Liputan6.com, Jakarta - Momen KTT G20 yang akan diselenggarakan pada 15-16 November 2022 bulan depan tinggal sebentar lagi. 

Mengenai undangan kepada para pemimpin dunia sendiri, Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia terus mendapat respons positif dari negara anggota dan para undangan.

"Sejauh ini kita tidak menerima respons negatif. Kita tidak menerima respons negatif dari semua negara anggota G20 sejauh ini mengenai kehadiran leaders-nya," ujar Menlu Retno dalam press briefing di Kementarian Luar Negeri, pada Kamis (13/10/2022). 

Ia juga mengatakan bahwa koordinasi dengan perwakilan negara G20 dan juga negara-negara undangan terus dilakukan untuk mempersiapkan partisipasi para pemimpin.

"Jadi perwakilan mereka yang ada di Indonesia terus mempersiapkan ground working-nya untuk kehadiran para leaders-nya," tambah Menlu Retno lagi. 

Setelahnya, Menlu Retno juga mengatakan bahwa persiapan untuk penyelenggaraan KTT G20 sudah mencapai tahap akhir. 

"Secara singkat dapat saya sampaikan bahwa semua persiapan logistik berjalan dengan baik dan tinggal beberapa persen lagi yang harus diselesaikan, sifatnya minor," katanya. 

Menlu menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan secara matang sehingga benar-benar siap untuk menyelenggarakan KTT G20. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jokowi Undang Ukraina

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan undangan secara langsung kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan November tahun ini di Bali.

Hal ini disampaikan Jokowi saat bertemu Presiden Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, Rabu 29 Juni 2022. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral dengan Ukraina.

"Tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (30/6/2022).

 

3 dari 4 halaman

Kunjungan Jokowi ke Ukraina

Jokowi mengatakan bahwa kunjungannya ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina. Dia menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

Meskipun masih sangat sulit dicapai, Jokowi juga tetap menyampaikan pentingnya penyelesaian damai dan mengatakan bahwa spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur.

"Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," jelasnya.

4 dari 4 halaman

Zelenskyy Apresiasi Kunjungan Jokowi

Sementara itu, Presiden Zelenskyy menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Jokowo ke Ukraina. Di menuturkan ini adalah kunjungan pemimpin negara Asia pertama ke Ukraina sejak invasi melanda Ukraina.

"Terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Asia sejak invasi melanda Ukraina," ucap dia.

"Saya juga mengundang kalangan usaha Indonesia untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi Ukraina pascaperang," sambung Zelenskyy.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS