Sukses

Pasca Dilanda Badai Ian, Kuba Evakuasi 50.000 Orang

Liputan6.com, Havana - Setelah menjalani malam yang digambarkan oleh beberapa negara tetangga sebagai malam penuh bencana, Kuba mulai mulai menaksir seberapa parah kerusakan yang timbul akibat Badai Ian, yang melanda pulau itu sebagai badai Kategori 3 pada Selasa (27/9) pagi.

Badai tersebut berdampak cukup parah terutama pada wilayah Pinar del Rio di bagian barat di negara kepulauan itu, di mana pemerintah memperkirakan 50.000 orang telah mengungsi akibat badai.

Institut Meteorologi melaporkan bahwa Kota Pinar del Río berada dalam jalur inti badai selama satu setengah jam. Badai itu menghancurkan rumah-rumah dan meninggalkan puing-puing serta menimbulkan banjir yang menghalangi jalan-jalan di kota tersebut.

Sejumlah orang tua meninggalkan kota sambil menggendong anak-anak mereka dengan berjalan kaki dalam guyuran hujan, sementara bus mencoba mengevakuasi lebih banyak orang yang harus berjalan melalui jalan-jalan yang banjir. Lampu padam di seluruh wilayah Havana, yang gelap gulita sejak sore.

Pekerja kota bergegas membersihkan pohon tumbang dari 5th Avenue di mana terdapat rumah-rumah besar yang sebagian adalah kantor-kantor kedutaan.

Tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini dalam bencana tersebut, dan juga belum ada informasi tentang kerusakan material yang terjadi akibat badai.

Badai Ian itukini bergerak menuju Florida melalui perairan Karibia. Dalam perjalanannya, badai itu memupuk kekuatan dan diperkirakan melanda Florida sebagai badai Kategori 4.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Sempat Melewati AS

Badai Ian sempat tumbuh semakin kuat saat sebelum meluncur menuju Kuba di jalur yang akan menghantam pantai barat Florida sebagai badai besar pada awal Rabu 28 September 2022.

Pada Senin 26 September, Tampa dan St Petersburg tampaknya menjadi salah satu target yang paling mungkin untuk terjangan langsung pertama badai besar sejak tahun 1921.

"Tolong tanggapi badai ini dengan serius. Ini adalah masalah nyata. Ini bukan latihan," kata Direktur Manajemen Darurat Hillsborough County Timothy Dudley pada konferensi pers tentang persiapan badai di Tampa.

Dikutip dari AP, Selasa (27/9/2022), pihak berwenang di Kuba mengevakuasi 50.000 orang di Provinsi Pinar del Rio, mengirim tenaga medis dan darurat, dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi pangan dan komoditas lainnya di gudang-gudang, demikian menurut media pemerintah.

"Kuba memperkirakan akan terjadi angin berkekuatan badai yang ekstrem, juga gelombang badai yang mengancam jiwa dan curah hujan lebat," ungkap spesialis senior Pusat Badai Nasional AS, Daniel Brown kepada The Associated Press.

Pusat badai itu memperkirakan daerah-daerah di pantai barat Kuba bisa mengalami gelombang badai setinggi 14 kaki (4,3 meter) pada Senin malam 26 September atau Selasa dini hari 27 September.

3 dari 4 halaman

Antisipasi Para Warga

Di Havana, para nelayan mengeluarkan perahu mereka dari air di sepanjang Malecon yang sangat terkenal, trotoar tepi laut, dan para pekerja kota membuka saluran air badai menjelang hujan yang diperkirakan akan turun.

Warga Havana, Adyz Ladron, 35 tahun, mengatakan potensi naiknya air dari badai membuatnya khawatir.

"Saya sangat takut karena rumah saya benar-benar banjir, dengan air sampai ke sini," ucapnya, menunjuk ke dadanya.

Di El Fanguito Havana, sebuah pemukiman kaum miskin di dekat Sungai Almendares, penduduk mulai mengemasi apa yang bisa mereka lakukan untuk meninggalkan rumah mereka, banyak di antaranya menunjukkan kerusakan akibat badai sebelumnya.

"Saya harap kami lolos dari badai ini karena itu akan menjadi akhir dari kami. Kami sudah memiliki begitu sedikit," jelas petugas kesehatan Abel Rodrigues, 54 tahun.

Pada Senin malam 26 September, Badai Ian bergerak ke barat laut dengan kecepatan 13 mph (20 km/jam), sekitar 130 mil (209 kilometer) tenggara ujung barat Kuba, dengan angin kencang yang meningkat hingga 100 mph (155 km/jam).

Pusat badai melintas di sebelah barat Kepulauan Cayman, tetapi tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan di sana pada Senin 26 September, dan penduduk kembali ke jalanan saat angin mereda.

"Kami tampaknya telah menghindari hantaman badai," komentar warga Grand Cayman, Gary Hollins.

"Saya seorang pekemah yang bahagia." tambahnya.

4 dari 4 halaman

Evakuasi Warga

Badai Ian tidak akan bertahan lama di wilayah Kuba tetapi akan melambat di sepanjang Teluk Meksiko, tumbuh lebih luas dan lebih kuat, "yang akan berpotensi menghasilkan dampak angin dan gelombang badai yang signifikan di sepanjang pantai barat Florida," imbuh pusat badai.

Lonjakan air laut hingga 10 kaki (3 meter) dan hujan 10 inci (25 cm) diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Tampa Bay, dengan sebanyak 15 inci (38 cm) di daerah-daerah terpencil.

Air tersebut cukup untuk menggenangi wilayah pesisir.

Sebanyak 300.000 orang mungkin dievakuasi dari daerah dataran rendah di Hillsborough County saja, menurut administrator daerah Bonnie Wise.

Beberapa dari evakuasi itu dimulai Senin sore (26/9) di daerah yang paling rentan, dengan sekolah dan lokasi lain dibuka sebagai tempat penampungan.

"Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk melindungi penduduk kita. Waktu adalah yang terpenting," ungkap Wise.

Warga Florida berbaris berjam-jam di Tampa untuk mengumpulkan kantong karung pasir dan mengosongkan rak-rak toko yang berisi air kemasan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.