Sukses

Ratusan Warga Selandia Baru Mengungsi Usai Rumah Diguyur Hujan Deras

Liputan6.com, Wellington - Hujan lebat mengguyur Selandia Baru, Kamis (18/8), memperparah situasi negara itu yang sebelumnya dilanda badai yang memaksa ratusan orang mengungsi dari rumah mereka.

Banyak jalan terpaksa ditutup sehingga mengacaukan berbagai layanan publik, seperti dikutip dari laman VOA Indonesia, Sabtu (20/8/2022).

Warga di bagian utara North Island terisolasi setelah tanah longsor, pohon tumbang dan banjir menutup akses ke jalan raya. Badai juga memaksa beberapa sekolah tutup, maskapai membatalkan penerbangan dan bisnis ditutup.

sBadai ini menenggelamkan setidaknya sebuah perahu layar di dekat Auckland dan menyebabkan sebuah rumah tergelincir ke selokan di kota Tāhunanui.

Sekitar 230 rumah di kota Nelson dievakuasi hari Rabu (17/8)dan tetap tidak terjangkau semalam setelah Sungai Maitai meluap. Militer berpatroli di daerah itu semalam.

Robin Reichert, seorang warga setempat, mengatakan kepada media berita Stuff bahwa ia “sangat terkejut” sewaktu jalan di sekitar rumahnya berubah menjadi sungai yang mengalir deras. “Dalam hitungan menit ini menjadi sungai,” katanya. “Sebegitu cepatnya itu terjadi.”

Di kota Westport, 160 rumah lainnya juga dievakuasi sementara. Warga kemudian diizinkan kembali ke rumah mereka. Jalan-jalan di berbagai penjuru negara itu ditutup karena banjir dan tanah longsor.

Di Buller, Wali Kota Jamie Cleine mengatakan kepada wartawan bahwa hujan sejauh ini turun dengan curah lebih rendah daripada perkiraan, tetapi hujan masih akan terus turun.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

14 Warga Pakistan Tewas Akibat Banjir Bandang dan Hujan Deras

Sedikitnya 14 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka dalam banjir bandang yang dipicu hujan deras dan insiden terkait hujan lainnya selama 24 jam terakhir di Pakistan. Kematian 14 warga ini dikonfirmasi oleh Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA) pada Rabu 17 Agustus malam.

Menurut sebuah laporan yang dirilis NDMA, setidaknya lima anak dan delapan wanita termasuk di antara mereka yang kehilangan nyawa dalam berbagai insiden terkait hujan di seluruh negeri.

Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut adalah wilayah yang paling parah dilanda dengan 10 orang tewas, diikuti oleh provinsi Sindh selatan dengan empat kematian, ungkap NDMA. Laporan itu mengatakan bahwa 352 rumah hancur di negara tersebut.

Total korban tewas di Pakistan dari musim hujan kali ini sejak pertengahan Juni telah mencapai 649, termasuk 139 wanita dan 238 anak-anak, bersama dengan 1.030 lainnya terluka. Selain itu, 72.871 rumah, 129 jembatan dan 43 toko telah hancur, tambah NDMA.

Operasi penyelamatan dan bantuan oleh NDMA, organisasi pemerintah lainnya, sukarelawan, dan organisasi non-pemerintah juga sedang berlangsung di daerah yang dilanda banjir.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Banjir April 2022 di Pakistan Tewaskan 550 Orang

Dalam sebulan terakhir, sedikitnya 549 orang di Pakistan tewas akibat banjir bandang yang disebabkan oleh hujan muson lebat dalam curah yang tidak normal. Menurut informasi sebuah badan pemerintah, komunitas terpencil di provinsi, Balochistan, di barat daya negara tersebut merupakan kelompok yang paling merasakan dampak bencana tersebut.

Instansi pemerintah dan tentara telah mendirikan kamp bantuan di daerah yang dilanda banjir. Mereka membantu merelokasi keluarga dan menyediakan makanan dan obat-obatan.

"Selain korban jiwa, banjir juga merusak lebih dari 46.200 rumah," kata Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA), Jumat 5 Agustus 2022 seperti dikutip dari VOA Indonesia.

"Kami melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuan ekstensif dan rehabilitasi korban banjir," kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif selama kunjungan ke daerah-daerah yang dilanda banjir.

Namun, Pemerintah Provinsi Balochistan mengatakan pihaknya membutuhkan lebih banyak dana dan meminta bantuan organisasi internasional.

"Kerugian kami sangat besar," kata Kepala Menteri Provinsi Abdul Qudoos Bezenjo.

Terdapat kekurangan pangan di setiap kabupaten yang dilanda banjir Pakistan. Beberapa wilayah bahkan terputus dari provinsi lainnya karena lebih dari 700 kilometer jalan hanyut.

Bulan Juli lalu adalah bulan yang memiliki curah hujan tertinggi dalam tiga dekade, dengan 133 persen lebih banyak hujan daripada rata-rata selama 30 tahun terakhir, kata NDMA.

Balochistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, menerima 305 persen lebih banyak curah hujan daripada rata-rata tahunan, kata badan bencana itu. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS