Sukses

Kebakaran Feri di Perairan Filipina, 7 Orang Tewas dan 7 Lainnya Hilang

Liputan6.com, Luzon - Kebakaran melanda sebuah feri dan memaksa penumpang melompat ke laut, kata penjaga pantai dan saksi mata di Filipina. Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan orang diselamatkan.

Mengutip AFP, Senin (23/5/2022), kebakaran kapal terjadi di Mercraft 2 sekitar pukul 06.30 pagi (22.30 GMT Minggu) saat membawa 134 penumpang dan awak dari Pulau Polillo ke Real di Provinsi Quezon di pulau utama Luzon.

"Tujuh orang tewas dan 120 telah diselamatkan sejauh ini," kata juru bicara Penjaga Pantai Filipina Komodor Armando Balilo.

Tujuh orang lainnya hilang dan operasi pencarian sedang berlangsung.

Kapal jenis feri itu dilaporkan berkapasitas 186 orang.

Asap hitam tebal mengepul dari kapal saat api melahap seluruh kapal, menurut foto-foto yang dibagikan oleh penjaga pantai.

Orang-orang dengan pelampung berada di dalam air. Beberapa diselamatkan oleh feri lain atau naik ke perahu karet.

"Api tampaknya berasal dari ruang mesin," kata Balilo.

"Kami berhasil menyelamatkan 40 orang. Kami memiliki dua korban jiwa," kata Kapten Brunette Azagra, yang kapal penumpangnya berada 500 meter dari Mercraft saat kebakaran terjadi.

"Mereka beruntung karena kami juga datang dari Polillo. Mereka menyusul kami, tapi kami sudah dekat," kata Azagra kepada stasiun radio lokal, menggambarkan kondisi laut sebagai "cukup baik".

Setidaknya 23 orang terluka, menurut penjaga pantai.

Kapal itu sekitar tujuh kilometer jauhnya (empat mil) dari pelabuhan, kata petugas bencana kota Real Ricky Poblete.

Tujuh Korban Tenggelam Tewas

Berbicara dari rumah sakit tempat yang terluka dirawat, Poblete mengatakan tujuh orang tewas akibat tenggelam dalam kecelakaan kapal tersebut.

Foto-foto yang diposting di halaman Facebook penjaga pantai menunjukkan seorang yang selamat berbaring di atas tandu yang dibawa dari feri.

Filipina, negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau, kerap diganggu oleh transportasi laut yang buruk, dengan pengaturan kapal yang buruk dan rentan terhadap kepadatan dan kecelakaan.

"Mercraft telah ditarik ke pantai," kata Balilo.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

11 Orang Hilang dalam Kebakaran Kapal Feri di Yunani

Sebelas orang hilang dalam kebakaran kapal feri di dekat Pulau Corfu di Yunani pada Jumat 18 Februari 2022, kata pihak berwenang.

Kapal penyelamat bergegas mengevakuasi 290 orang di atas kapal Euroferry Olympia, termasuk dua pengemudi truk yang terperangkap di dalam palka, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (19/2/2022).

Feri itu telah meninggalkan Igoumenitsa di Yunani menuju pelabuhan Brindisi di Italia ketika kebakaran terjadi di dek mobil.

Kapten mengatakan kepada semua orang untuk pergi saat feri dilahap api dan mulai mengepul gumpalan asap tebal.

Penjaga pantai Yunani mengatakan 239 penumpang dan 51 awak berada di feri, yang dimiliki oleh perusahaan Italia Grimaldi Lines.

Sebagian besar penumpang adalah warga negara Italia, menurut gubernur kepulauan Ionia Rodi Kratsa-Tsagaropoulou, sementara krunya adalah orang Yunani dan Italia.

Para pejabat Italia mengatakan 277 dari mereka yang berada di kapal dibawa ke tempat yang aman dan 10 dari mereka dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan dan cedera ringan.

Beberapa jam kemudian, tim penyelamat berhasil mencapai dua orang yang terdampar di palka dan menerbangkan mereka dari kapal.

Tidak ada kabar tentang 11 orang yang hilang, tetapi sepanjang hari para pejabat telah mencoba untuk mengkonfirmasi berapa banyak orang yang dapat meninggalkan feri ketika perintah untuk meninggalkan kapal diberikan.

Selengkapnya di sini...

3 dari 4 halaman

PBB: Kebakaran Kapal Sri Lanka Picu Kerusakan Signifikan pada Planet

Perwakilan PBB di Sri Lanka mengatakan tenggelamnya kapal kontainer yang terbakar saat mengangkut bahan kimia dari ibukota Kolombo telah menyebabkan "kerusakan signifikan pada planet ini" dengan melepaskan zat berbahaya ke dalam ekosistem.

Kapal X-Press Pearl berbendera Singapura tenggelam pada Kamis 17 Juni 2021, sebulan setelah terbakar, menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan bencana lingkungan.

PBB mengatakan sedang mengkoordinasikan upaya internasional dan membantu Sri Lanka dalam menilai kerusakan, upaya pemulihan dan mencegah bencana tersebut di masa depan.

"Keadaan darurat lingkungan alam ini menyebabkan kerusakan signifikan pada planet ini dengan melepaskan zat berbahaya ke dalam ekosistem," kata koordinator penduduk PBB di Sri Lanka Hanaa Singer-Hamdy dalam sebuah pernyataan akhir Sabtu 19 Juni 2021, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (20/6/2021).

"Ini pada gilirannya mengancam kehidupan dan mata pencaharian penduduk di daerah pesisir."

Tim tumpahan minyak dan pakar kimia PBB - yang disediakan oleh Uni Eropa - telah dikirim ke Sri Lanka.

Selengkapnya di sini...

4 dari 4 halaman

Sejumlah Kapal Terbakar di Kawasan Dermaga Wijayapura Cilacap

Sementara itu, sejumlah kapal nelayan yang bersandar di Dermaga Batere yang bersebelahan dengan Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan, red.), Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kebakaran pada Selasa petang.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya mengatakan personel Basarnas Cilacap bersama pihak terkait lainnya telah berada di lokasi kejadian.

Akan tetapi, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian kebakaran tersebut.

"Informasi awalnya belum tahu karena kapal-kapal yang terbakar mengeluarkan gas, semua personel lari. Jadi mohon maaf, kami belum tahu informasi awalnya," ucap Nyoman, dikutip Antara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Wijonardi mengatakan saat ini tim pemadam kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Pelindo, Pertamina, dan sebagainya tengah melakukan upaya pemadaman dengan menyemprotkan foam.

Menurut dia, penyemprotan foam tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tumpahan minyak di perairan yang dikhawatirkan dapat merambat ke kapal-kapal lain, termasuk kapal tanker.

"Kalau kami dari BPBD menyediakan kebutuhan air dan mengantisipasi kemungkinan adanya kejadian ikutan," tuturnya.

Selengkapnya klik di sini...