Sukses

Sayembara Menemukan Patung Beruang Kutub, Hadiahnya Rp 2,9 Juta

Liputan6.com, Ontario - Seorang wanita Ontario menawarkan hadiah US$ 200 atau setara Rp 2,9 juta untuk pengembalian barang curian yang tidak biasa: patung beruang kutub seberat 125 pon atau 56 kg.

Nancy Allen dari London mengatakan, rumahnya terkenal dengan patung beruang kutub beton yang telah menghiasi tamannya selama lebih dari 30 tahun.

Tetapi dia menemukan minggu lalu bahwa salah satu batu miliknya yang hilang, demikian dikutip dari situs berita UPI, Rabu (18/5/2022).

Allen memposting foto patung yang dicuri di Facebook dengan harapan bisa ada yang mengembalikannya.

"Saya hanya tidak mengerti mengapa seseorang mencurinya. Saya tidak mengerti. Saya hanya menginginkannya kembali," kata Allen kepada CTV News.

Dia mengatakan, para pencuri harus berusaha ekstra untuk mengambil beruang seberat 125 pon itu.

"Mereka membawanya di halaman depan, dan mereka melakukannya sebelum saya pulang," katanya.

Allen menawarkan hadiah US$ 200 untuk pengembalian beruang dalam kondisi utuh dan aman.

"Saya hanya ingin itu kembali, tidak ada pertanyaan yang diajukan," katanya.

Sayembara Menemukan Kelinci Terbesar di Dunia

Tadi beruang kutub, sekarang selinci terpanjang sedunia dengan 129 sentimeter dan berat 20 kilogram telah dicuri dari kandang kebun pemiliknya pada Minggu 11 April 2021 di desa Stoulton, Inggris.

Dikutip dari DW, pada hari Senin, Polisi Mercia Barat meminta bantuan publik untuk informasi terkait penuciran kelinci yang telah menang banyak penghargaan ini.

Walau begitu, perincian terkait kasus ini dirahasiakan oleh pihak berwenang.

Guinness World Records telah mengakuinya sebagai kelinci paling panjang di Bumi saat ini.

Annete Edwards, pemilik dari kelinci tersebut sudah menawarkan hadiah sebesar 20 juta rupiah dan mengatakan bahwa Darius sudah terlalu tua untuk berkembang biak.

Edwards, yang berusia 68 tahun memiliki tujuh kelinci lainnya. Ia sempat menjadi model dan mempelajari pembiakan anjing dan kelinci saat pensiun pada 2004 tahun.

Keturunan Darius juga ada di Guinness World Records dengan memiliki ekor terpanjang di dunia. Ia bahkan tumbuh menjadi lebih besar dari ayahnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dicari Pemberani untuk Menonton 13 Film Horor Dibayar Rp 18 Juta

Sementara itu sebuah perusahaan di bidang keuangan sedang mencari penggemar film horor untuk mendapatkan bayaran $ 1.300 atau setara dengan Rp 18 Juta dengan hanya menonton 13 film yang menyeramkan. Dalam ketentuannya, disebutkan para kandidat harus berada di wilayah Amerika Serikat.

Dilansir dari UPI, Jumat (10/9/2021), kegiatan ini bertujuan untuk memantau detak jantung mereka dan membandingkan faktor ketakutan yang dinilai berdasarkan anggaran tinggi atau rendahnya film tersebut.

Situs web nasihat keuangan, FinanceBuzz, mengumumkan sedang mencari para penggemar film horor sebagai kandidat untuk "Analis Detak Jantung Film Horor" dengan film yang memiliki anggaran bervariasi dan membandingkan ketakutan antara film yang beranggaran besar dengan film yang beranggaran rendah.

Kandidat yang terpilih akan menggunakan perangkat FitBit. Perangkat tersebut digunakan untuk melacak detak jantung mereka ketika menonton film horor.

3 dari 4 halaman

Film Horor yang Terpilih

Film-film yang dipilih oleh situs web tersebut diantaranya adalah Amityville Horror, A Quiet Place, A Quiet Place Part 2, Candyman, Insidious, The Blair Witch Project, Sinister, Get Out, The Purge, Paranormal Activity dan remake Halloween 2018.

FinanceBuzz mengatakan "Kandidat yang beruntung dan dipekerjakan untuk menonton film horor ini akan dibayar Rp 18 Juta untuk upaya mereka. Kami juga akan menyediakan FitBit untuk dipakai selama maraton film dan kartu hadiah senilai Rp. 711.575 untuk mengganti biaya sewa film".

Kesempatan untuk menjadi kandidat yang akan menonton 13 film horor dan mendapatkan RP 18 Juta akan diterima hingga 26 September, dan kandidat yang terpilih akan diumumkan pada 1 Oktober 2021. Tertarik untuk mencobanya?

Menurut situs FinanceBuzz, pendaftaran akan jatuh tempo pada 26 September 2021 tengah malam waktu AS. Kandidat yang terpilih akan diseleksi paling lambat 1 Oktober 2021 dan dihubungi melalui email.

"Kami akan mengirimkan Fitbit pada 4 Oktober 2021. Kemudian kandidat memiliki waktu dari 9 Oktober 2021 hingga 18 Oktober 2021 untuk menonton film dan menyelesaikan tugas," papar pihak FinanceBuzz.

Selain itu, disebutkan bahwa pelamar harus berbasis di Amerika Serikat dan berusia minimal 18 tahun.

4 dari 4 halaman

Sayembara Ala NASA

Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA dilaporkan tengah mengadakan sayembara publik berhadiah bagi mereka yang bisa mendesain toilet untuk penggunaan di Bulan.

Dengan hadiah hingga US$ 35.000, NASA meminta agar para inovator bisa mendesain toilet terbaik yang akan bekerja tidak hanya dalam grvaitasi mikro tetapi juga pada permukaan Bulan, demikian seperti dikutip dari the Guardian.

"Ini jelas bukan fokus utama dari misi," kata Mike Interbartolo dari NASA. "Kita tidak akan kembali ke bulan sehingga kita bisa mengatakan kita buang air di bulan, tetapi kita juga tidak menginginkan situasi sulit seperti itu."

Interbartolo, adalah manajer proyek untuk Lunar Loo Challenge, sebuah kompetisi NASA yang diluncurkan pada Kamis 25 Juni 2020 yang berharap dapat menarik solusi baru dan inovatif untuk masalah menangkap dan menampung kotoran manusia di ruang angkasa.

Peserta akan berkontribusi mendesain teknologi toilet yang ditujukan untuk Artemis, program NASA untuk mendaratkan wanita pertama dan pria berikutnya di bulan pada tahun 2024.

Teknologi toilet luar angkasa telah datang jauh dari masa suram Apollo, ketika tas harus ditempelkan di pantat astronot dalam pengaturan yang tidak selalu seaman yang diharapkan. Satu transkrip misi mencatat pertukaran antara anggota kru: "Dari mana asalnya? ... Ada kotoran yang mengambang di udara."

Stasiun luar angkasa internasional (ISS) memiliki toilet besar buatan Rusia yang tampak seperti industri yang menggunakan teknologi sedot untuk mengatasi tantangan buang air besar dan kencing dalam gayaberat mikro. Namun, NASA mencari sesuatu yang akan berfungsi sama baiknya di permukaan Bulan, di mana gravitasinya hanya seperenam di Bumi.

"Kami benar-benar tidak ingin orang-orang hanya mengatakan kami tahu seperti apa toilet ISS, jadi kami melepas sedikit massa dan membuatnya lebih ringkas," kata Interbartolo. "Kami mencari (desain) yang tak biasa ... Kami ingin memanfaatkan para pemikir, komunitas pembuat ruang, dan melihat apa yang tidak diketahui di luar sana."