Sukses

Pendaki Inggris Raih Rekor Berhasil Daki Gunung Everest Sebanyak 16 Kali

Liputan6.com, Jakarta - Pendaki gunung asal Inggris bernama Kenton Cool telah berhasil menyelesaikan puncak ke-16 Gunung Everest yang memecahkan rekor.

Pada hari Sabtu, ia menjadi orang non-Nepal pertama yang menyelesaikan puncak 8.849m (29.032 kaki) sebanyak 16 kali.

Dilansir dari laman BBC, Senin (16/5/2022), dalam 15 perjalanan sebelumnya ke Everest, ia telah menjadi pemandu bagi pendaki gunung terkenal lainnya, termasuk Sir Ranulph Fiennes dan penyiar Ben Fogle.

Fogle mengatakan untuk 48 tahun "mendaki Everest sekali adalah percobaan - untuk mendakinya 16 kali adalah heroik.

"Dia adalah orang pertama yang menyelesaikan mahkota tiga kali lipat Everest, terdiri dari Everest, Lhotse dan Nuptse, dalam satu dorongan tanpa kembali ke base camp.

Dia juga pemandu Inggris pertama yang memimpin klien ke puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia.

Cool, dari Gloucestershire, diberitahu bahwa dia tidak akan pernah berjalan lagi tanpa bantuan setelah dia mematahkan kedua tulang tumitnya dalam kecelakaan panjat tebing pada tahun 1996.

Dia telah menentang prediksi itu setelah satu tahun menjalani operasi dan terapi, tetapi masih menderita sakit kronis.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kondisi Baik

Menjelang dorongannya ke puncak, Cool mengatakan kondisinya terlihat bagus, dengan "prakiraan cuaca yang bagus" dan "tim yang hebat".

"Terlalu percaya diri di gunung seperti Everest adalah hal yang berbahaya, jadi tidak ada yang pasti sampai Anda kembali ke base camp," katanya.

"Semoga saja kita akan berada di base camp dalam waktu sekitar tiga hari dan kita mungkin bisa minum bir dan merayakan KTT pertama Rebecca, KTT ke-16 dan penurunan yang sukses oleh semua tim Sherpa."

Sebuah posting di halaman Instagram Cool berbunyi: "KTT berhasil."

Kenton dan Tim telah mencapai puncak Chomolungma, Sagarmatha, Gunung Everest."Ini menandai pertemuan puncak ke-16 KC, rekor non-Sherpa."

3 dari 4 halaman

Pria Kuwait Juga Pecahkan Rekor

Seorang pendaki asal Kuwait meraih Rekor Dunia ketika ia menyelesaikan tujuannya mendaki Tujuh Puncak Dunia pada usia 24 tahun 119 hari. Ia adalah Yousef Al Refaie, yang dianugerahi rekor sebagai orang termuda yang mendaki Tujuh Puncak Vulkanik setelah berhasil mendaki Gunung Sidley, di Marie Byrd Land, Antartika.

Seperti dilansir laman UPI, Selasa (10/5/2022), Refaie sebelumnya mendaki Gunung Kilimanjaro, Tanzania; Gunung Elbrus, Rusia; Gunung Giluwe, Papua Nugini; Pico de Orizaba, Meksiko; Gunung Damavand, Iran; dan Ojos del Salado, Argentina/Chili.

Pegunungan tersebut dikenal sebagai Tujuh Puncak Vulkanik. Refaie adalah orang ke-24 yang mendaki ketujuhnya.

"Ketika saya pertama kali meminta kepada ibu saya untuk Guinness World Records Book sebagai seorang anak, dia mengatakan kepada saya bahwa dia hanya akan membelinya jika saya memiliki sesuatu yang luar biasa untuk membuat saya masuk ke dalamnya. Saya benar-benar tidak tahu apakah dia bersungguh-sungguh saat itu, tapi di sini kita menjalani mimpi itu," kata Refaie kepada Guinness.

4 dari 4 halaman

Pendaki dari Indonesia

Warga Indonesia juga berhasil meraih prestasi serupa yakni mendaki Tujuh Puncak Dunia. 

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi perjuangan dua pendaki mahasiswi tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU), Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang berhasil menuntaskan pendakian tujuh puncak gunung tertinggi dunia.

Didi –panggilan akrab Fransiska Dimitri Inkiriwang- dan Mathilda menyempurnakan empat tahun sejarah pendakian mereka dengan berhasil mencapai puncak Everest pada Kamis, 17 Mei 2018, pukul 05.50 waktu Kathmandu atau 07.05 WIB.

Sebelum menuntaskan pendakian Gunung Everest setinggi 8.848 m, tim ini telah mencapai puncak Carstensz Pyramid di lempeng Australiasia (4.884 m, 13 Agustus 2014), Elbrus di lempeng Eropa (5.642 m, 15 Mei 2015), Kilimanjaro di lempeng Afrika (5.895 m, 24 Mei 2015), Aconcagua di lempeng Amerika Selatan (6.962 m, 30 Januari 2016), Vinson Massif di lempeng Antartika (4.892 m, 4 Januari 2017), dan Denali di lempeng Amerika Utara (6.190 m, 7 Juli 2017).