Sukses

Kasus COVID-19 Turun, Taiwan Segera Longgarkan Pembatasan

Liputan6.com, Taipei - Taiwan akan melonggarkan pembatasan mulai pekan depan dengan turunnya kasus COVID-19 di negara itu.

Namun, beberapa aturan pembatan di wilayah itu akan tetap diberlakukan. 

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (23/7/2021) sementara beberapa dari pembatasan dilonggarkan bulan ini, Taiwan memberlakukan peringatan tingkat tiga yang akan berakhir pada 26 Juli.

Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang mengatakan peringatan itu akan diturunkan ke level dua mulai 27 Juli mendatang.

"Epidemi domestik secara bertahap stabil dan menuju arah yang baik," kata Su Tseng-chang.

"Warga harus tetap mengikuti semua panduan pencegahan pandemi dengan ketat guna menjaga pencapaian yang diperoleh dengan susah payah ini setelah pembatasan dilonggarkan," imbuhnya.

Kementerian Kesehatan Taiwan juga akan mengumumkan rincian pedoman baru prokes pada Jumat (23/7) waktu setempat, katanya.

Pada Mei 2021, Taiwan menerapkan pembatasan pertemuan, termasuk menutup tempat hiburan dan membatasi restoran dengan hanya mengizinkan layanan bawa pulang - menyusul lonjakan kasus COVID-19 setelah berbulan-bulan mencatat nol infeksi lokal.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Relatif Kecil, Taiwan Hadapi 15.511 Infeksi COVID-19

Taiwan, yang wabah domestiknya selalu relatif kecil, telah melaporkan 15.511 infeksi dan 782 kematian akibat COVID-19.

Keputusan Taiwan bertentangan dengan banyak tetangga regionalnya, seperti Thailand dan Indonesia, di mana infeksi, yang sebagian besar didorong oleh penyebaran varian Delta, semakin meningkat, yang mengarah ke pembatasan yang semakin ketat.

Taiwan tidak pernah melakukan lockdown penuh, meskipun perbatasannya sebagian besar tetap tertutup selain dari warga negara dan pemegang kartu warga asing.

3 dari 3 halaman

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19