Sukses

Maroko dan Israel Damai, Hubungan Diplomatik Terjalin

Liputan6.com, Washington, D.C. - Kerajaan Maroko memutuskan untuk berdamai dengan Israel. Hubungan diplomatik antar kedua negara bakal terjalin. Pengumuman itu dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Maroko adalah negara Arab terbaru yang memutuskan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Mereka semua tergabung dalam Perjanjian Abraham (Abraham Accord). 

"Dua sahabat hebat kita Israel dan Kerajaan Maroko telah setuju untuk relasi diplomatik penuh - sebuah terobosan besar bagi perdamaian di Timur Tengah!" ujar Presiden Donald Trump via Twitter, seperti dikutip Jumat (11/12/2020). 

Maroko adalah negara Arab keempat yang bergabung ke Perjanjian Abraham. Uni Emirat Arab, Sudan, dan Bahrain telah lebih dulu bergabung. 

Sebelumnya, simpatisan Palestina di Maroko sempat "mengecam" perdamaian Israel dengan Uni Emirat Arab.

 

2 dari 4 halaman

Sengketa Sahara Barat

Donald Trump turut mengumumkan bahwa negaranya mendukung kedaulatan Maroko di Sahara Barat yang merupakan wilayah sengketa. 

Dukungan itu masih terkait dengan keputusan Maroko untuk berdamai dengan Israel. Trump memuji proposal Maroko yang disebut "serius, kredibel, dan realistis."

"Hari ini saya menandatangani sebuah proklamasi yang mengakui kedaulatan Maroko di Sahara Barat," ujar Trump sebelum mengumumkan perdamaian Maroko-Israel. 

 

Masalah kedaulatan di Sahara Barat telah terjadi di Maroko sejak 1970. Mayoritas daerah itu dikuasai Maroko, namun ada daerah yang dikuasai kelompok Sahrawi. 

Donald Trump turut memuji Maroko karena merupakan negara kedua di dunia yang mengakui kedaulatan AS pada 1777. 

"Maroko mengakui Amerika Serikat pada 1777. Maka dari itu pantas untuk mengakui kedaulatan mereka di Sahara Barat," ujar Trump.

 

 

3 dari 4 halaman

Warga Israel Dapat Visa Turis dari Uni Emirat Arab

Perjanjian Abraham (Abraham Accord) terus memperluas hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab. Terkini, pemegang paspor Israel bisa mendapat visa turis ke UEA.

Izin turis itu merupakan bagian dari Perjanjian Abraham yang mendukung hubungan investasi hingga pariwisata antara Israel dan negara-negara Arab.

Arab News, Jumat 4 Desember 2020, melaporkan bahwa hal itu diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA.

Media UEA menyebut aturan ini akan dipakai hingga ada ratifikasi lebih lanjut terkait visa waiver antara Israel dan UEA.

"Langkah ini jatuh dalam kerja sama bilateral antara UEA dan Negara Israel setelah penandatanganan Perjanjian Abraham dan bertujuan untuk memfasilitasi travel menuju UEA untuk saat ini," tulis pihak kementerian seperti dikutip Emirate News Agency.

Selanjutnya, UEA dan Israel akan menjajal kerja sama di bidang logistik, pertukaran budaya, pendidikan, sains, hingga kedokteran.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: