Sukses

Kamala Harris Tunjuk Tina Flournoy, Wanita Keturunan Afro-Amerika Jadi Kepala Staf Wapres

Liputan6.com, Jakarta - Penunjukan sejumlah anggota kabinet Joe Biden dikenal dengan keragamannya. Sebab sosok pilihannya berasal dari etnis yang bermacam-macam.

Ternyata Wakil Presiden (Wapres) AS terpilih Kamala Harris juga melakukan hal serupa Joe Biden perihal pemilihan stafnya.

"Wakil Presiden AS terpilih Kamala Harris mengangkat Tina Flournoy sebagai kepala stafnya," kata tim transisi pada Kamis 3 Desember 2020 waktu setempat.

Mengutip VOA Indonesia, Jumat (4/12/2020), Flournoy yang merupakan perempuan keturunan Afro (Afrika)-Amerika adalah seorang ahli strategi kawakan Partai Demokrat dan mantan pembantu Bill dan Hillary Clinton.

Pengangkatan Flournoy sebagai staf utama Kamala Harris menambah keragaman tim penasihat yang dipimpin oleh beberapa perempuan kulit hitam. Harris, yang keturunan Jamaika dan India, adalah wapres perempuan AS pertama.

Flournoy bergabung dengan Ashley Etienne sebagai direktur komunikasi Harris dan Symone Sanders sebagai kepala juru bicaranya.

Jejak karir Flournoy sebelum berada di lingkaran Kamala Harris pernah menjabat sebagai kepala staf mantan Presiden Bill Clinton sejak 2013. Selain itu, ia juga menduduki jabatan tinggi pada Komite Nasional Demokratik, dalam kampanye presiden mantan Wakil Presiden Al Gore dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, dan dengan Federasi Guru Amerika.

2 dari 3 halaman

Bill Clinton: Penunjukan Tina Flournoy Berita Besar Bagi Negara

Bill Clinton menyebut pengangkatan Flournoy "berita besar bagi negara kita."

"Tina Flournoy sangat cerdas, kuat dan terampil, dengan nilai-nilai yang mengakar kuat. Dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik sebagai kepala staf saya selama hampir 8 tahun, dan saya akan merindukannya -- tapi saya senang pada pilihan wapres terpilih Harris," cuit Bill Clinton di Twitter.

Harris juga mengumumkan Rohini Kosoglu sebagai penasihat kebijakan domestik dan Nancy McEldowney sebagai penasihat keamanan nasional.

Kosoglu pernah menjabat sebagai penasihat utama Harris semasa kampanye pemilihan umum. Sementara McEldowney adalah mantan duta besar untuk Bulgaria, dan telah mengabdi selama 30 tahun dalam berbagai pekerjaan diplomatik dan urusan luar negeri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Ini: