Sukses

Korban Jiwa COVID-19 di AS Lampaui 160.000, Batal Buka Sekolah?

Liputan6.com, Washington D.C - Lebih dari 160.000 orang telah meninggal akibat pandemi Virus Corona baru di Amerika Serikat, hampir seperempat dari total global, ketika negara tersebut memperdebatkan apakah sekolah siap untuk dibuka kembali di masa mendatang.

Negara ini mencatat 160.003 kematian dan 4,91 juta kasus, beban kasus tertinggi di dunia.

Melansir Channel News Asia, Sabtu (8/8/2020), pakar kesehatan masyarakat telah menyuarakan keprihatinan selama berminggu-minggu bahwa orang Amerika di beberapa tempat menolak memakai masker dan tidak menjaga jarak sosial yang aman.

Kematian akibat Virus Corona COVID-19 meningkat di 23 negara bagian dan kasus meningkat di 20 negara bagian, menurut analisis data Reuters pada dua minggu terakhir dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya.

Berdasarkan per kapita, Amerika Serikat menempati urutan ke-10 tertinggi di dunia untuk kasus dan kematian.

2 dari 3 halaman

Perdebatan Pembukaan Sekolah

Banyak dari warga Amerika Serikat yang meninggal, berada di California, Florida dan Texas, tiga negara bagian AS teratas untuk total kasus. Sementara infeksi baru tampaknya menurun di negara bagian tersebut, wabah baru muncul dari pantai ke pantai.

Dr Deborah Birx, koordinator utama untuk tanggapan Virus Corona baru Gedung Putih, memperingatkan peningkatan mengkhawatirkan dalam tingkat tes yang kembali positif di beberapa kota, termasuk Boston, Chicago, Detroit dan Washington.

Di Massachusetts, yang dipuji karena memiliki salah satu strategi penahanan paling efektif di negara ini, Gubernur Charlie Baker mengurangi jumlah maksimum yang diizinkan pada pertemuan luar ruangan dari 100 menjadi 50.

Hampir 300.000 penduduk AS bisa mati karena COVID-19 pada 1 Desember, pakar kesehatan Universitas Washington mengatakan pada hari Kamis, meskipun mereka mengatakan 70.000 nyawa dapat diselamatkan jika orang Amerika berhati-hati dan sadar untuk terus mengenakan masker.

Di seluruh negeri, pejabat AS, persatuan guru, orang tua, dan siswa berdebat tentang cara membuka kembali sekolah dengan aman.

Presiden Donald Trump telah mendesak negara-negara bagian untuk melanjutkan kelas tatap muka, dengan mengatakan virus "akan hilang begitu saja," tetapi pejabat kesehatan telah mengatakan kepada negara bagian dengan jumlah yang meningkat untuk waspada.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: