Sukses

Bendung Corona COVID-19, Australia Bakal Batasi Warganya Pulang dari Luar Negeri

Liputan6.com, Melbourne - Kabinet nasional Australia telah membahas perlambatan jumlah warga yang diizinkan untuk kembali ke negara itu dari luar negeri, ketika pihak berwenang bergulat dengan wabah COVID-19 di negara bagian terpadat kedua di negara itu.

Victoria menerapkan kembali penguncian di kota terbesar kedua di negara itu, Melbourne, pada hari Kamis selama enam minggu setelah lonjakan kasus terkait dengan pelanggaran sosial jarak jauh di hotel-hotel di mana wisatawan kembali dikarantina. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (10/7/2020). 

Lonjakan itu pun membuat 5 juta warga Australia untuk tinggal di rumah untuk semua kecuali bisnis yang penting, membuat negara-negara bagian Australia lainnya melarang Victoria masuk, dan memberi pukulan pada pemulihan ekonomi Australia.

Untuk meringankan kepedihan bagi bisnis di Melbourne yang terpaksa tutup lagi dan tempat-tempat liburan batal dibuka kembali, pemerintah Victoria pada hari Jumat mengatakan akan menyediakan dana hingga A $ 534 juta (US $ 371 juta).

"Ini kami katakan: 'Kami di sini bersama Anda sepanjang masa yang akan sangat traumatis, sangat menyusahkan, dan sangat sulit bagi semua warga Victoria,'" kata Bendaharawan negara Tim Pallas dalam konferensi persnya.

Pallas mengatakan negara bagian itu, yang merupakan seperempat dari ekonomi Australia, sekarang memperkirakan pengangguran bisa mencapai 11 persen, naik dari 6,9 persen sekarang. 

Ekonomi Victoria juga diperkirakan akan menyusut 14 persen dan membutuhkan dua hingga tiga tahun untuk pulih, katanya.

"Saya minta maaf untuk itu, tetapi itu adalah kenyataan dari situasi yang kita hadapi," kata Pallas.

2 dari 3 halaman

Membatasi Kembalinya WN dari Luar Negeri

Dengan meningkatnya kekhawatiran akan gelombang infeksi nasional yang baru, Perdana Menteri Scott Morrison awal pekan ini mengusulkan untuk membatasi kembalinya warga Australia dari luar negeri untuk mengurangi tekanan pada otoritas negara yang mengawasi karantina wajib selama 14 hari dari siapa pun yang kembali ke Australia.

Kabinet nasional Australia, yang mencakup para pemimpin negara bagian dan teritori, bertemu di Canberra untuk mempertimbangkan rencana dan pecahnya Victoria.

Australia memberlakukan langkah-langkah tersebut pada awal pekan ini untuk membatasi jumlah warga yang pulang guna mengurangi beban pada fasilitas karantina yang meluap.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini: