Sukses

Ribuan Orang Kenang George Floyd di New York, Serukan Setop Kerusuhan dan Penjarahan

Liputan6.com, Jakarta Ribuan warga New York berkumpul dalam sebuah upacara untuk menghormati hidup George Floyd, yang kematiannya pekan lalu memicu protes kebrutalan polisi dan rasisme di seluruh Amerika Serikat. George Floyd meninggal dunia saat dibekuk polisi yang menindih lehernya dengan lutut.

Sang adik, Terrence Floyd, bergabung dengan sekitar 5.000 orang di Cadman Plaza Brooklyn pada Kamis 4 Juni sore waktu setempat. Dengan mengenakan kaus bergambar George Floyd, warga Brooklyn itu berterima kasih kepada warga New York karena telah menunjukkan cinta mereka kepada kakaknya.

Dia menyatakan bangga dengan aksi protes, tetapi tidak dengan aksi perusakan, merujuk pada kerusuhan dan penjarahan yang muncul di tengah demonstrasi itu. "Kakakku tidak seperti itu," tegas dia.

Pejabat setempat, termasuk Wali Kota New York City Bill de Blasio beserta Jaksa Agung Negara Bagian New York Letitia James, turut bergabung dalam upacara tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Tak Mati Sia-Sia

"George Floyd tidak akan dibiarkan mati sia-sia," ujar wali kota itu, seperti dilansir Xinhua, Jumat (5/6/2020).

"Kita akan melakukan perubahan yang damai. Kepada keluarga Floyd, kami berada di pihak Anda. Nyawa orang kulit hitam berharga di kota ini. Nyawa orang kulit hitam berharga di Amerika."

Terrence Floyd kemudian memimpin para pengunjuk rasa berjalan melintasi Jembatan Brooklyn menuju Foley Square Manhattan di bawah sinar matahari yang terik.

Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo juga menyerukan aksi mengheningkan cipta di negara bagian itu saat upacara peringatan bagi Floyd dimulai di Minneapolis, tempat dirinya tinggal dan tewas.

New York City, yang dilanda aksi unjuk rasa dengan tujuan yang sama selama lebih dari sepekan, dijadwalkan akan memasuki malam keempat di bawah peraturan jam malam pada Kamis pukul 20.00 waktu setempat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: