Sukses

Kapan Vaksin Virus Corona Tersedia? Ini Penjelasan Peneliti AS

Liputan6.com, Jakarta - Sudah tiga bulan terakhir dunia dibuat panik lantaran munculnya virus baru yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Virus itu dikenal sebagai COVID-19 atau Virus Corona. Menyebar ke puluhan negara di dunia dan menginfeksi puluhan ribu orang.

Apa yang membuat Virus Corona cukup menakutkan?

Sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan tingkat kematian akibat Virus Corona sekitar 3,4 persen secara global, yang masih lebih rendah daripada wabah sebelumnya yaitu SARS dan MERS.

Kebanyakan orang yang terpapar COVID-19 akan pulih dalam satu atau dua minggu. Ada pula yang mengklaim pasien yang sakit tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Lalu, apa yang membuat orang panik?

Di AS dan negara-negara maju lainnya, penyakit misterius tidak sering menyerang. Orang-orang terbiasa memiliki jawaban dan rencana untuk menghindari penyakit.

Di sejumlah negara maju, vaksin sudah menghilangkan penyakit menular yang dulunya umum, termasuk polio, hepatitis, dan campak. Jika Anda terserang flu setiap tahun, hal terburuk yang biasanya Anda alami adalah flu biasa.

Mungkin itulah sebabnya orang Amerika tidak sabar untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Presiden Donald Trump mengatakan kepada eksekutif farmasi dan pejabat kesehatan masyarakat dalam pertemuan Gedung Putih pada Senin lalu, ia ingin segera ada vaksin COVID-19.

Namun, secara cepat tidak akan mungkin. Mengembangkan vaksin yang aman dan efektif membutuhkan waktu, investasi, dan ilmu pengetahuan yang baik.

Mengembangkan vaksin untuk Virus Corona yang menyebabkan puluhan ribu orang terpapar itu banyak tantangannya. Tetapi setidaknya 30 perusahaan dan lembaga akademis tengah berusaha.

2 dari 4 halaman

Apa yang Ada dalam Vaksin?

Vaksin semuanya bekerja berdasarkan prinsip dasar yang sama: Para ilmuwan mencoba membuat sesuatu yang sangat mirip dengan patogen, dan kemudian mengekspos sistem kekebalan seseorang terhadapnya melalui dosis kecil yang diberikan sebagai suntikan.

Idealnya, sistem kekebalan mengembangkan memori patogen yang kuat, sehingga pada saat orang tersebut terpapar, tubuh mereka akan melakukan serangan sebelum infeksi bertahan.

Caranya adalah dengan melakukan ini tanpa membuat orang tersebut sakit parah akibat vaksin itu sendiri. Ada beberapa metode berbeda untuk membuat vaksin, tetapi semuanya harus memenuhi keseimbangan yang rumit.

Salah satu cara untuk membuat vaksin adalah dengan melemahkan mikroorganisme sambil tetap mempertahankannya. Metode yang paling umum untuk melakukan ini adalah menumbuhkan beberapa generasi patogen di lingkungan selain sel manusia, sehingga berkembang jauh dari penyebab penyakit pada manusia.

Dengan berulang kali membiakkan virus atau bakteri hidup dalam sel-sel hewan, para ilmuwan pada dasarnya dapat menciptakan banyak mutan.

3 dari 4 halaman

Kapan Vaksin Covid-19 Siap?

Pada Selasa 3 Maret kemarin, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat Anthony Fauci mengatakan kepada para senator AS;

"Butuh setidaknya satu setengah tahun untuk memiliki vaksin yang dapat kita gunakan."

Sementara itu Jon Andrus, seorang profesor di Milken Institute of Public Health di George Washington University mengatakan, sebagian besar vaksin membutuhkan waktu antara lima dan 15 tahun untuk dipasarkan.

Alasan yang biasanya memakan waktu begitu lama karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah mendapatkan kandidat vaksin yang siap untuk diuji. Ini bagian dari proses pengembangan vaksin, yang dikenal sebagai penemuan.

Para ilmuwan harus mengisolasi dan menumbuhkan virus di laboratorium. Tetapi sekarang, dengan pengurutan genetik, mikroskop visualisasi protein baru, dan kemajuan teknologi lainnya, dimungkinkan untuk melewati langkah itu.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: