Sukses

Raja Salman Terima Kunjungan Rabi Yahudi Israel untuk Pertama Kalinya

Liputan6.com, Arab Saudi - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud menerima kunjungan seorang rabi Yahudi Israel, David Rosen. Ia merupakan salah satu peserta yang ikut bersama delegasi Pusat Internasional Dialog Antaragama dan Antarbudaya (KAICIID Dialogue Center) Raja Abdullah bin Abdulaziz pada Kamis 20 Februari.

Pengumuman kehadiran rabi Israel tersebut bertemu dengan Raja Salman di Istana Kerajaan Arab Saudi, merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kerajaan.

Meskipun acara tersebut diliput Saudi Press Agency, nama-nama peserta tidak terdaftar, dan hanya gambar yang dirilis. Demikian seperti dilansir dari Middle East Eye, Minggu (23/2/2020).

Akun Twitter tentara Israel menyambut gembira hal tersebut, mengatakan hal itu sebagai kerangka upaya yang baik dalam membangun jembatan toleransi antaragama yang berbeda.

 

2 dari 3 halaman

Israel Diizinkan Kunjungi Arab Saudi

Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri mengatakan, Israel sekarang ini telah diizinkan berkunjung ke Arab Saudi untuk tujuan bisnis dan keagamaan. Pernyataan itu memberikan lampu hijau bagi warga Israel untuk berkunjung ke Arab Saudi secara terbuka untuk pertama kalinya sejak berdirinya Israel.

Sementara itu, pihak berwenang Arab Saudi melarang Menteri Kesehatan Qatar, Hanan Al Kuwari menghadiri pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Rabu, menurut koran berbasis di London, Alaraby.

Ini pertama kali Qatar tak bisa ikut berpartisipasi dalam sebuah pertemuan Teluk, negara Arab, atau pertemuan internasional di kawasan itu setelah Doha diblokade. Riyadh dan sekutunya memblokade Qatar pada 2017.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan pihaknya menyesalkan dan mengecam langkah Arab Saudi tidak memberikan izin masuk kepada Menteri Kesehatan Qatar untuk menghadiri pertemuan yang diminta oleh Sekretariat Jenderal Dewan Kerjasama Teluk untuk menangani virus corona.

"Arab Saudi selalu mengklaim bahwa sistem Dewan Kerjasama Teluk, terutama komite teknis, efektif dan tidak terpengaruh oleh krisis Teluk, akan terkejut kemudian oleh langkah tersebut. Dewan telah mempolitisasi sektor kemanusiaan yang membutuhkan kebijaksanaan dan keharusan untuk menjauhkannya dari perselisihan politik.

 

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading