Sukses

Survei: 52 Persen Pemuda AS Ingin Donald Trump Lengser

Liputan6.com, Washington D.C. - Sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih berjalan di Senat. Trump dimakzulkan akibat tuduhan berkonspirasi dengan Ukraina untuk menyerang lawan politiknya, Joe Biden, serta mengobstruksi investigasi DPR.

Presiden Trump dituding menekan presiden Ukraina untuk menguak kasus korupsi terkait keluarga Joe Biden di Ukraina. Namun, Partai Demorkat (partai Joe Biden) menganggap aksi Trump sebagai penyalahgunaan kekuasaan karena tidak mau memberikan Ukraina dana bantuan jika tak memeriksa kasus Biden.

Dilaporkan survei Forbes, Jumat (24/1/2020), mayoritas pemuda usia 18-29 tahun percaya Trump bersalah atas tuduhan itu. 58,6 persen percaya Trump bersalah, kemudian 32,8 persen berkata Trump tak bersalah. Sisa 8,7 persen merasa tidak yakin.

Pemakzulan sendiri tidak berarti presiden otomatis lengser karena pemakzulan merupakan tahap mengadili presiden atas tuduhan tertentu. Dan tuduhan yang Donald Trump hadapi yakni kolusi dengan Ukraina dan obstruksi keadilan.

Ada total 1.014 pemuda yang ikut serta pada survei Forbes dan 52,4 persen pun berkata Presiden Donald Trump harus dicopot dari kedudukannya. Sisa 37 persen tidak setuju hal itu dan 8,7 persen menjawab tidak tahu.

Meski demikian, Presiden Donald Trump diprediksi selamat dari pemakzulan karena Senat dikuasai oleh Partai Republik yang juga partai berkuasa. Sebagai catatan, tuduhan pemakzulan juga bisa lolos dari DPR karena anggota partai oposisi memimpin lembaga itu.

Jika dilihat dari segi afiliasi politik, mayoritas pemuda yang pro Partai Republik dan Partai Demokrat memiliki suara berseberangan.

Sebanyak 67,9 persen pendukung Partai Republik berkata Presiden Trump harus tetap menjabat dan 79,5 persen pendukung Partai Demokrat menyebut Trump harus lengser. Sementara, 52,4 persen kalangan pemuda independen menyebut Senat harus melengserkan Donald Trump.

2 dari 3 halaman

Tak Ada yang Berubah Pikiran?

Hingar-bingar pemakzulan juga tidak memberikan dampak bagi pemilih muda. Jumlah yang semakin mendukung dan tidak mendukung pun juga sama.

Forbes mencatat 31,5 persen pemilih muda berkata proses pemakzulan membuat mereka lebih mendukung Donald Trump. Tak jauh berbeda, 31,6 persen pemilih muda justru menolak Donald Trump.

Survei ini dilaksanakan Forbes lewat email dan SMS, kemudian mereka melakukan survei online pada tanggal 19 dan 20 Januari dengan margin eror 3,1 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Senyum Lebar Donald Trump Tak Jadi Dilengserkan dari Kursi Presiden AS
Artikel Selanjutnya
Senator Dilarang Main HP Saat Sidang Pemakzulan Donald Trump