Sukses

PM Ukraina Sebut Korban Pesawat Jatuh di Iran Dapat Santunan Negara dan Maskapai

Liputan6.com, Jakarta Pesawat Ukrainian Airlines flight 752 yang membawa 180 orang jatuh di Iran tak lama usai lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Tehran. Iran mengakui pesawat itu jatuh ditembak oleh pihak militernya.

Perdana Menteri Ukraina, Oleksiy Honcharuk mengatakan, pemerintahnya akan memberikan kompensasi sebesar 8.350 dolar AS atau setara Rp114,8 juta kepada masing-masing keluarga yang anggotanya menjadi korban tewas jatuhnya pesawat Ukraina di Iran.

Honcharuk menyebutkan, maskapai penerbangan nasional Ukraine International Airlines akan menyerahkan dana santunan kepada keluarga anggota kru yang meninggal dalam kecelakaan pesawat. Namun, juru bicara maskapai tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, seperti dilansir Antara, Minggu (12/1/2020).

Honcharuk juga menuturkan para diplomat Ukraina sedang mengupayakan bagaimana memperoleh kompensasi dari otoritas Iran.

2 dari 3 halaman

Pengakuan Iran

Tiga setelah insiden, setelah memicu perdebatan dunia dan sempat membantah menembak pesawat Boeing 737 yang digunakan maskapai Ukraina, Iran akhirnya mengaku. Negeri Para Mullah itu mengakui tak sengaja melepaskan rudalnya ke kapal terbang komersial menuju Ukraina yang membawa 176 orang -- sebelumnya disebut 180 kemudian sesudah dikonfirmasi jumlahnya berkurang. 

Melansir AP News, pihak militer Iran mengatakan ada faktor human error yang menyebabkan pesawat tertembak. Disebutkan hal itu karena pesawat berada di area sensitif dan dikira ancaman.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pesawat Jatuh Saat Padamkan Kebakaran di Australia, 3 Kru Tewas
Artikel Selanjutnya
Akankah Timur Tengah Damai Jika AS Angkat Kaki? Ini Kata Pengamat