Sukses

Terkuak Jejak Manusia Kuno Bikin Pulau Buatan 5.600 Tahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah penelitian terbaru menemukan sebuah fakta menarik: manusia kuno telah pandai membangun pulau buatan. Para ilmuwan meneliti ratusan daratan berukuran relatif kecil di sekitar Skotlandia, yang ternyata tidak muncul secara alami.

Pulau itu ternyata dibangun dari batu-batu besar, tanah liat, dan kayu oleh orang-orang pada masa Neolitikum. Zaman itu kira-kira terjadi sekitar 5.600 tahun yang lalu sebagaimana dikutip dari laman List Verse pada Rabu (19/6/2019).

Meski demikian, terdapat sebagian arkeolog yang berpikir bahwa daratan itu dibuat pada Zaman Besi, sekitar 2.800 tahun yang lalu.

Pulau-pulau unik itu disebut sebagai crannog yang keberadaannya telah diketahui selama beberapa dekade. Bentang alam itu jauh lebih tua daripada yang diperkirakan sebelumnya, menurut penelitian terbaru.

Awalnya, banyak peneliti berpikir bahwa crannog Skotlandia dibangun sekitar 800 SM dan digunakan kembali hingga masa abad pertengahan, yakni 1700 Masehi.

Namun petunjuk baru kemudian ditemukan. Pada 2012, Chris Murray, mantan penyelam Angkatan Laut, menemukan pot Neolitikum yang terpelihara dengan baik di dasar danau dekat beberapa pulau itu. Setelahnya, ia memberi tahu museum setempat.

2 dari 3 halaman

Bukti Mengatakan Crannog Dibangun pada Neolitikum

Untuk mencari kapan waktu sebenarnya pulau itu dibangun, dua arkeolog Inggris bekerja sama pada 2016 dan 2017. Mereka adalah Duncan Garrow dari University of Reading dan Fraser Sturt dari University of Southampton.

Keduanya meneliti beberapa crannog di Outer Hebrides, sebuah pulau buatan di lepas pantai Skotlandia bagian utara. Secara khusus, mereka menganalisis beberapa pulau di tiga danau yakni Loch Arnish, Loch Bhorgastail dan Loch Langabhat.

Menurut penanggalan radiokarbon, empat crannog diciptakan antara 3640 SM dan 3360 SM, menurut temuan peneliti. Bukti lain, termasuk survei tanah dan air, serta penggalian (eskavasi), mendukung gagasan bahwa pulau-pulau khusus ini berasal dari zaman Neolitikum.

Para penyelam juga menemukan lusinan pecahan tembikar Neolitikum, beberapa di antaranya dibakar di sekitar pulau di Bhorgastail dan Langabhat. Pot-pot ini kemungkinan jatuh ke air dengan sengaja, mungkin untuk sebuah ritual, kata para peneliti.

3 dari 3 halaman

Kondisi Pulau Buatan

Temuan ilmuwan itu telah dipublikasikan secara daring pada 12 Juni 2019 di jurnal Antiquity.

Dalam jurnal dijelaskan, setiap pulau berukuran cukup kecil yakni sekitar 10 meter. Satu pulau di Loch Bhorgastail bahkan memiliki jalan lintas batu yang menghubungkannya dengan daratan.

Sejauh ini hanya terdapat 10 persen crannog di Skotlandia yang berasal dari radiokarbon. Peneliti juga percaya bahwa kemungkinan terdapat lebih banyak crannog yang belum ditemukan.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Awan Berbentuk Permen Kapas di Mars Ini Ternyata...
Artikel Selanjutnya
India Segera Luncurkan Misi Antariksa ke Kutub Selatan Bulan