Sukses

Pesawat Ethiopian Airlines Serupa dengan Lion Air JT 610, Boeing 737 MAX

Liputan6.com, Nairobi - Seluruh penumpang yang berjumlah 149 orang dan kru kabin, 8 orang, dikonfirmasi tewas usai pesawat Ethiopian Airlines jatuh pada pagi ini. Penerbangan ET302 itu mengalami insiden nahas setelah enam menit lepas landas dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, yang akan menuju ke Nairobi, Kenya.

Menurut otoritas terkait, ada 33 kewarganegaraan yang menjadi korban dalam tragedi ini.

Sebelumnya, pesawat itu diperkirakan tiba di Nairobi dalam waktu kurang dari dua jam. Namun pilot kehilangan kontak setelah 6 menit berangkat dari Bandara Internasional Bole pukul 8.38 pagi waktu setempat. 

Penerbangan "memiliki kecepatan vertikal tidak stabil" tak lama setelah lepas landas, kata situs web pelacakan penerbangan Swedia flightradar24.

"Data dari jaringan Flightradar24 ADS-B menunjukkan bahwa kecepatan vertikal tidak stabil setelah lepas landas," kata organisasi pelacakan penerbangan itu, sebagaimana dikutip dari Mirror, Minggu (10/3/2019).

Di satu sisi, pesawat yang digunakan oleh maskapai itu adalah Boeing 737-800 MAX --model keluaran terbaru Boeing yang sama dipakai oleh Lion Air JT 610, yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, pada Oktober 2018.

Menyusul jatuhnya Lion Air JT 610 yang juga menewaskan seluruh penumpangnya, Boeing mengeluarkan pemberitahuan darurat bahwa input sensor yang salah dapat menyebabkan awak pesawat mengalami kesulitan mengendalikan pesawat, sehingga mengarah ke kemungkinan munculnya dampak terhadap medan.

Selain itu, model ini juga tidak memiliki fitur penggantian yang umum, yang memungkinkan pilot menarik pesawat secara andal dari nose dive, lapor Washington Post.

Max Kingsley-Jones, editor grup situs berita daring tentang kedirgantaraan Flight Global, mengatakan Ethiopian Airlines memiliki "reputasi besar" di dunia penerbangan. "Ethiopian Airlines benar-benar bak 'permata di sebuah mahkota' bagi maskapai penerbangan di seluruh Afrika. Bahkan, maskapai internasional di seluruh dunia mengakuinya.

"Mereka punya jaringan yang fantastis, punya reputasi luar biasa dan memiliki armada untuk beroperasi, seperti pesawat jarak jauh, semua teknologi terbaru ... dan kemudian pada jarak pendek, pesawat itu memiliki Boeing 737," lanjutnya.

Ethiopian Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di benua Afrika dengan jumlah armada sekitar 100 pesawat. Meski pun demikian, pihak Boeing enggan berkomentar lebih lanjut dan mengklaim 'memantau' situasi terkini.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Penerbangan Ethiopian Airlines Lainnya Ditunda

Beberapa penerbangan dari Addis Ababa ditunda atau dibatalkan pada hari Minggu pagi. Akun Twitter resmi Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Kantor PM, atas nama pemerintah dan orang-orang Ethiopia, ingin menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai di Ethiopian Airlines Boeing 737 pada penerbangan reguler ke Nairobi, Kenya pagi ini."

Kecelakaan besar terakhir Ethiopian Airlines terjadi pada Januari 2010, ketika penerbangan dari Beirut menukik tajam ke daratan tak lama setelah tinggal landas.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
67 Orang Tewas dalam Konflik Komunal di Ethiopia, PM Abiy: Ini Bisa Memburuk