Sukses

Kamboja Rayakan Hari Kemerdekaan

Liputan6.com, Phnom Penh: Kamboja menggelar peringatan hari kemerdekaan ke-58 di Monumen Kemerdekaan, Phnom Penh, Rabu (9/11) pagi waktu setempat. Acara peringatan dihadiri Presiden Majelis Nasional Heng Samrin, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, pejabat tinggi lainnya, korps diplomatik, serta 20 ribu pelajar.

Peringatan dibuka dengan pidato oleh Raja Kamboja Norodom Sihamoni. Acara dilanjutkan dengan peletakkan karangan bunga juga menyalakan api pada obor yang terletak di tengah halaman balai monumen. Obor yang disimbolkan sebagai semangat juang bangsa Kamboja ini akan terus menyala selama tiga hari berturut-turut.

Kamboja meraih kemerdekaannya dari Perancis pada 9 November 1953. Kekuatan asing masuk ke Kamboja sejak abad XV sejak runtuhnya kekaisaran Khmer yang berkuasa selama 11 abad. Pada pertengahan abad 19, penguasa Kamboja meminta bantuan kepada Prancis untuk membebaskan Kamboja dari serangan negara-negara tetangga.

Prancis memanfaatkan kesempatan ini dengan menjadikan Kamboja sebagai kawasan protektorat dan terus berkuasa di sana hingga 1953. Setelah merdeka, Kamboja jadi ajang perang berbagai pihak seperti Khmer Merah, Vietnam, dan juga Amerika. Akhirnya, pada 1999, diadakan pemilu di antara pihak yang berseteru. Kondisi Kamboja berangsur membaik.(Xinhua/JUM)