Sukses

Mengapa Penting untuk Menghitung Dana Pensiun sejak Dini? Ini Alasannya…

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, apakah sudah memiliki dana yang cukup untuk hidup di masa pensiun?

Kemungkinan besar jawabannya tidak, karena jumlah nominal uang akan selalu berbeda kadarnya dari waktu ke waktu, dan Anda dituntut terus menghasilkannya demi tetap dapat melanjutkan hidup.

Oleh sebab itu, sebagaimana dikutip dari NY Daily News pada Rabu (25/4/2018), rajin menabung adalah saran yang sangat dianjurkan untuk mengatasi hal ini.

Namun, perlu diperhatikan pula untuk tidak sepenuhnya bergantung pada uang tabungan saat menjalani masa pensiun.

Kesiapan tabungan perlu dibarengi oleh perencanaan tata kelola uang yang baik di masa pensiun, seperti misal memutarnya menjadi modal mendirikan usaha, atau sebagai dana awal investasi, dan lain sebagainya.

Tidak perlu menggunakan keseluruhan tabungan Anda untuk melakukan perputaran uang di masa pensiun. Pisahkan secara cermat tabungan dalam pos-pos pengeluaran yang akan Anda lakukan di masa tua kelak.

Saat ini, Anda mungkin masih berada di usia muda. Namun, bukan berarti abai untuk mempersiapkannya sejak dini.

Berbagai kemungkinan buruk bisa saja terjadi, sehingga menyiapkan dana darurat saja belum cukup menjamin bayangan kehidupan finansial di hari tua terjaga dengan baik.

Untuk itu, mari mulai menyiapkan dana pensiun sejak dini. Berikut adalah sederet alasannya.

 

Simak video pilihan berikut:

1 dari 6 halaman

1. Harus Dimulai Sekarang

Kebiasaan untuk berhemat dan menabung tidak akan pernah tercapai jika Anda terus menunda untuk melakukannya.

Alangkah baiknya jika kebiasaan menabung dimulai dari sekarang. Mintalah bantuan pihak perencana keuangan atau orang-orang yang sudah berpengalaman mengatur keuangan untuk membantu Anda melakukan penghematan.

Usahakan minimal ada tiga hingga sepuluh persen penghasilan yang ditabung setiap bulan untuk persiapan dana pensiun.

2 dari 6 halaman

2. Catat Setiap Pengeluaran

Banyak orang acapkali lupa mencatat pengeluaran tidak terduga, yang berisiko sebabkan tabungan terkuras, atau yang terburuk, pendapatan Anda tidak mencukupi kebutuhan biaya di bulan terkait.

Misalnya jika Anda terbiasa mengeluarkan Rp 40 ribu setiap makan siang, maka akan terakumulasi hingga Rp 800 ribu untuk satu bulan selama hari kerja. Jumlah tersebut tentu akan lebih besar lagi jika ditotal untuk jangka waktu satu tahun.

Padahal untuk menghemat pengeluaran untuk biaya konsumsi di kantor, Anda bisa membawa bekal makan siang atau membeli makan siang dengan harga yang lebih terjangkau.

3 dari 6 halaman

3. Wajib Menabung

Terkait poin pertama, yakni menyisihkan tiga hingga sepuluh persen dari total gaji, menabung sangatlah penting dilakukan.

Anda juga bisa mendisiplinkan diri untuk menabung dengan menggunakan satu tabungan khusus, untuk menyimpan uang tabungan secara utuh tanpa diusik oleh kebutuhan apa pun.

Setelah menyisihkan uang tabungan rutin setiap bulan, barulah sisa pendapatan bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya hiburan atau pelengkap.

4 dari 6 halaman

4. Segera Lunasi Utang

Setiap orang pasti memiliki kecerobohan dalam mengatur keuangan personal, termasuk salah satunya terkait masalah utang, baik berbentuk personal ataupun cicilan perbankan. Jika memiliki utang, alangkah baiknya bila kita segera melunasi.

Utang yang bunganya besar akan menggerogoti pendapatan Anda secara teratur. Bahkan, banyak kasus menunjukkan hal tersebut berisiko memicu tindakan 'tutup gali lubang' yang semakin mempersulit kondisi keuangan. 

Ketika selesai melunasi utang, Anda bisa lebih fokus merencanakan tabungan dana pensiun atau memikirkan objek investasi yang sesuai dengan kemampuan.

5 dari 6 halaman

5. Ayo Berinvestasi

Menyisihkan sebagian tabungan untuk memulai investasi yang aman adalah pilihan sangat cerdas, karena kemungkinan untung yang didapat bisa berkali-kali lipat jumlahnya. 

Jangan mudah tergoda dengan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat.

Sebaiknya, jika memungkinkan, pilih jenis investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang, seperti investasi emas atau tanah misalnya. 

Artikel Selanjutnya
6 Cara Cerdas Siapkan Dana Pernikahan
Artikel Selanjutnya
4 Tips Ampuh Atur Uang agar Mapan di Usia 40