Sukses

Terlalu Vulgar, Malaysia Larang Lagu Despacito Mengudara di Radio

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia melarang radio-radio pemerintah untuk memutar lagu yang kini tengah hits dan mendunia, Despacito. Alasannya, banyak keluhan bahwa lirik lagu itu terlalu vulgar.

Pejabat senior di kementerian mengatakan, single yang dinyanyikan artis Puerto Rico, Luis Fonsi itu lirik lagunya tidak Islami.

Malaysia memiliki undang-undang sensor uang ketat. Ini bukan kali pertama Negeri Jiran itu melarang hal-hal yang sensitif.

Dikutip dari BBC pada Kamis (20/7/), Despacito adalah lagu yang paling sering diputar di Malaysia.

Pun di dunia. Lagu itu mengudara 4,6 miliar kali dalam waktu 6 bulan. Versi remix lagu ini -- yang dibumbui dengan vokal Justin Bieber --bertengger di puncak tangga lagu Hot 100 Billboard selama delapan minggu berturut-turut.

"Despacito tidak akan lagi mengudara di radio-radio milik pemerintah karena kami menerima keluhan dari masyarakat," kata Menteri Komunikasi Malaysia, Salleh Said Keruak.

"Liriknya sangat tak nyaman untuk didengar," lanjutnya.

Sementara itu, stasiun radio milik swasta diminta untuk "mempraktikkan penyensoran sendiri," katanya.

Partai Islam oposisi Malaysia, Parti Amanah Negara, sebelumnya mendesak pemerintah untuk menyensor lagu berbahasa Spanyol atas konten "seksi" -nya.

Ketua sayap perempuan partai tersebut, Atriza Umar, menggambarkan musik tersebut "porno" dan tidak sesuai untuk anak-anak muda, memperingatkan bahwa isinya bisa sangat merugikan masyarakat.

Lagu yang menampilkan rapper Puerto Rico Daddy Yankee, terbukti populer di media sosial dan segera menjadi viral setelah diluncurkan pada bulan Januari. Apalagi setelah di-remix dengan Justin Bieber.

Judul lagu berbahasa Spanyol diterjemahkan sebagai "pelan-pelan", konon mengacu pada kecepatan teknik rayuan Fonsi.

Ketika diumumkan sebagai single yang memecahkan rekor sebagai yang paling banyak di-streaming awal minggu ini, Fonsi berkata, "Saya hanya ingin membuat orang menari... membuat sebuah lagu yang menyatukan orang dari budaya bersama, itulah yang membuat saya bangga."

 

Saksikan video berikut ini:

Pemakaman Massal Christchurch
Loading