Sukses

Asteroid Dekati Bumi pada Malam Natal, Nibiru Pemicu Kiamat?

Liputan6.com, Jakarta - Jika mengarahkan teleskop ke langit malam sehari sebelum Natal, kita akan disajikan pemandangan yang luar biasa.

Bukan Sinterklas dan rusa-rusanya yang terbang membagikan hadiah, namun sebuah asteroid akan melintasi Bumi pada malam itu.

Dilansir News.com.au, Kamis (17/12/2015), asteroid yang dikenal sebagai 2003 SD220 ditemukan pada tahun 2003 oleh Lowell Observatory Near-Earth Object dan memiliki panjang sekitar 2 km.

Mungkin terdengar agak mengerikan ketika mengetahui sebuah asteroid akan melintasi planet kita, namun umat manusia di Bumi tidak perlu merasa cemas. Karena benda langit ini akan berjarak 10 juta kilometer dari planet manusia.

Namun, menurut NASA keberadaan asteroid tersebut akan kian mendekat ke planet manusia ketika kembali melintasi Bumi pada tahun 2018 mendatang.

"Itu adalah satu dari 5 pendekatan objek ini dalam kurun waktu 12 tahun," kata NASA.

Kendati disangkal oleh NASA, kelompok teori konspirasi bernama Brussels Sprouts mengatakan pernyataan sebagai kebohongan terbesar dalam sejarah manusia. (News.com.au)

Meski jaraknya jauh, para pengamat bintang pada malam itu bisa melihat asteroid tersebut jika langit malam dalam keadaan yang cerah.

Namun tak semua orang sepertinya percaya dengan cerita ini. Sebuah teori konspirasi mengungkapkan bahwa benda langit menuju Bumi itu mungkin adalah sesuatu yang mematikan.

Doomsdayers atau orang yang percaya pada hari kiamat meyakini bahwa sebuah planet yang dikenal sebagai Nibiru-- atau planet X-- yang akan bertabrakan dengan Bumi pada bulan Desember. Sebuah pemikiran yang telah muncul selama dua dekade.

Pada akhir tahun 1990-an seorang wanita yang mengklaim pernah diculik makhluk asing mengatakan bahwa alien telah menanam sesuatu di dalam kepalanya untuk mengingatkan akan terjadinya hari kiamat.

Ketika itu, ia mengklaim benda langit akan bertabrakan dengan Bumi pada tahun 2003. Namun karena tidak terjadi apa-apa, ia segera meralat prediksinya menjadi 2012. Dan kembali keliru.

Kendati mengalami antiklimaks berulang kali, komunitas teori konspirasi online merasa yakin prediksi wanita tersebut akan tiba pada bulan ini.

Pada 2012 lalu, NASA telah menyangkal mitos tersebut melalui situsnya, guna menenangkan masyarakat dunia.

"Cerita tentang Nibiru dan palnet-planet lainnya adalah hoax yang disebarkan melalui internet. Tidak ada fakta yang menguatkan terhadap klaim-klaim tersebut. Jika Nibiru atau planet X benar-benar ada, dan sedang menuju Bumi, astronomer pasti sudah memantau pergerakannya sejak beberapa dekade lalu, dan akan terlihat dengan mata telanjang," tulis NASA.

Kelompok teori konspirasi yang dikenal sebagai Brussels Sprouts tidak percaya dengan penjelasan yang dirilis oleh NASA.

"Kita disuguhkan dengan kebohongan terbesar dalam sejarah umat manusia. Mungkin itu tudingan yang besar, karena persaingannya sangat sengit," tertulis melalui blog mereka.

 

 

Loading