Sukses

14-12-2008: Insiden Presiden AS Bush Dilempari Sepatu Wartawan

Liputan6.com, Jakarta - 7 Tahun silam, atau tepatnya 14 Desember 2008, Presiden Amerika Serikat George W Bush melakukan kunjungan kenegaraan ke Irak, yang kala itu menjadi negara yang diinvasi Negeri Paman Sam dalam rangka menumbangkan pemerintahan diktator Saddam Hussein.

Bush yang merupakan putra dari pendahulunya, mantan Presiden George HW Bush diterima dengan baik oleh Perdana Menteri Irak Nuri Kamal al-Maliki. Keduanya melakukan pertemuan untuk membicarakan stabilitas keamanan di Irak. Juga termasuk rencana penarikan seluruh tentara AS dari Irak pada akhir 2011.

Usai berdialog, Bush dan al-Maliki menggelar konferensi pers di Kantor Perdana Menteri di Baghdad. Keduanya mengungkapkan hasil perbincangan mereka ke publik.

Namun tak disangka, tiba-tiba sebuah sepatu meluncur ke arah Bush. Adalah wartawan Irak, Muntader al-Zaidi yang secara cepat berdiri dan melemparkan sepatu tersebut sambil mengucapkan sumpah serapah.

"Ini hadiah dari Irak. Ini ciuman perpisahan dari kami untuk Anda, Anj**g!" teriak koresponden al-Baghdadia tersebut, yang langsung melemparkan sepatunya ke Bush.

Seperti dimuat New York Times, untung Bush sigap menggeser badan untuk menghindari sepatu yang hampir menyosor ke wajahnya.

Belum puas sampai di situ, meski pengawal kepala negara sudah bersiap menangkapnya, jurnalis berusia 28 tahun tersebut mengulangi aksinya. Sambil mengucap kecaman. "Ini dari janda dan anak yatim tak berdosa yang tewas di Irak," ujar dia. Pelaku pun kembali melemparkan sepatu ke Bush.

Lemparan kedua juga meleset. PM al-Maliki mencoba menghadang sepatu. Bush juga berusaha menghindar.

Saat itu juga, al-Zaidi langsung dibekuk, ditendang dan dipukuli aparat keamanan. Jurnalis itu menangis. "Dia meraung sejadi-jadinya seperti wanita," kata Mohammed Taher, reporter media Afaq yang juga berada di lokasi.

PM Irak al-Maliki langsung mencoba menghangatkan kembali suasana dengan guyonan terkait sepatu tersebut. "Ukuran sepatu itu kira-kira 10 ya," ujar dia, yang direspons dengan gelak tawa oleh orang-orang di sekitar.

Al-Zaidi si pelaku rupanya geram dengan Amerika Serikat yang melakukan invasi ke Irak atas dalih untuk melindungi warga dari kelompok militan terkait penggulingan Saddam Hussein. Bagi dia, langkah militer AS di negaranya, malah membuat korban semakin banyak.

Wartawan pelempar sepatu itu divonis hukum penjara satu tahun karena dianggap melakukan tindakan tak pantas terhadap pemimpin negara. Namun kemudian ia bebas lebih cepat setelah mendapat pengampunan.

Sejarah lain mencatat, pada 14 Desember 2012, terjadi penembakan berdarah di SD Sandy Hok, Connecticut, Amerika Serikat, yang mengakibatkan 28 orang tewas, termasuk si pelaku yang masih berusia di bawah umur.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS