Sukses

Palestina Ambil Langkah Hukum Soal Pendudukan Israel di Al-Aqsa

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas angkat bicara soal upaya pendudukan Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Pendudukan masjid tersebut sebelumnya memicu bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel.

Dalam pernyataannya, Abbas menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum guna mencegah para pemukim Yahudi menduduki dan menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa.

"Palestina akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan di tingkat internasional, menyangkut agresi para pemukim di masjid Al-Aqsa," kata Abbas dalam pidato kepada Dewan Revolusi partai Fatah, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Minggu (19/10/2014).

"Kami tak akan membiarkan para pemukim menyerang masjid itu," sambung dia, menunjuk kompleks yang menjadi tempat paling suci ketiga dalam Islam.

Dituliskan Al-Arabiya bahwa Kaum Muslim mengkhawatirkan kehadiran kaum Yahudi di Masjid Al-Aqsa yang diduga ingin merebut tempat suci Islam itu. Warga Non-Muslim yang mengunjungi Kompleks Al-Aqsa diperbolehkan dan diatur polisi, namun kaum Yahudi tidak diperbolehkan berdoa di situs itu karena khawatir dapat memicu gangguan besar, apalagi sampai memasuki masjid itu.

Sementara itu, Kaum Yahudi berdoa di bawah Tembok Barat. Situs suci itu merupakan tempat bagi Kubah Batu yang merupakan tempat suci selain masjid Al Aqsa. Orang Yahudi meyakininya sebagai Temple Mount karena menjadi lokasi kuil-kuil Yahudi sebagaimana yang tertulis dalam kitab Taurat dan diangggap sebagai tempat suci paling suci dalam agama Yahudi.

Pada Jumat 17 Oktober lalu, Abbas bersumpah untuk melarang para pemukim Yahudi memasuki Al-Aqsa apa pun alasannya. "Mereka tak punya hak memasuki dan menodainya (Masjid Al-Aqsa)," kata dia merujuk orang-orang Yahudi Israel yang baru saja memasuki kompleks Al Aqsa.

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengkritik pernyataan Abbas ini. Dia menyebut Abbas mencoba memanaskan situasi lewat ucapannya tersebut. (Ndy)