Liputan6.com, Jakarta Membersihkan telinga anak sering kali membuat orang tua khawatir, apalagi jika kotoran telinga terlihat menumpuk. Banyak yang masih menggunakan cara mengorek dengan cotton bud atau alat lain, padahal metode tersebut bisa berisiko melukai saluran telinga dan gendang telinga si kecil. Untuk itu, penting bagi orang tua mengetahui cara aman mengeluarkan kotoran telinga anak tanpa dikorek.
Dengan metode yang tepat, kotoran telinga bisa dikeluarkan secara alami dan aman tanpa menimbulkan rasa sakit. Ada beberapa cara praktis yang bisa dilakukan di rumah, seperti menggunakan tetes telinga khusus atau memanfaatkan kelembapan saat mandi. Artikel ini akan membahas langkah-langkah aman yang bisa dicoba agar telinga anak tetap bersih dan sehat.
Pengertian Kotoran Telinga
Kotoran telinga, yang dalam istilah medis disebut serumen, merupakan substansi alami yang diproduksi oleh kelenjar di dalam saluran telinga. Serumen memiliki komposisi unik yang terdiri dari campuran sekresi kelenjar seruminosa dan sebasea, sel-sel kulit yang terkelupas, serta partikel debu yang terperangkap. Tekstur dan warnanya dapat bervariasi, mulai dari yang lembut dan berminyak hingga yang keras dan kering, dengan warna berkisar dari kuning kecokelatan hingga hitam.
Penting untuk dipahami bahwa produksi kotoran telinga adalah proses alami dan bervariasi pada setiap individu. Beberapa anak mungkin menghasilkan lebih banyak serumen dibandingkan yang lain, dan ini bukan indikasi masalah kesehatan selama tidak menimbulkan gejala atau gangguan. Produksi serumen yang normal sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan alami telinga.
Advertisement
Fungsi Kotoran Telinga
Meskipun sering dianggap sebagai "kotoran" yang perlu dibersihkan, serumen sebenarnya memiliki beberapa fungsi penting untuk kesehatan telinga anak:
- Pelindung: Kotoran telinga berfungsi sebagai penghalang alami yang melindungi saluran telinga dari masuknya debu, bakteri, dan benda asing lainnya.
- Pelumas: Serumen membantu melumasi kulit di dalam saluran telinga, mencegah kekeringan dan iritasi.
- Antibakteri: Kotoran telinga memiliki sifat antibakteri alami yang membantu mencegah infeksi.
- Self-cleaning: Telinga memiliki mekanisme pembersihan diri, di mana gerakan rahang saat berbicara atau mengunyah membantu mendorong kotoran telinga keluar secara alami.
- Pengatur pH: Serumen membantu menjaga keseimbangan pH di dalam saluran telinga, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Mengingat fungsi-fungsi penting ini, upaya untuk menghilangkan kotoran telinga secara berlebihan atau dengan cara yang tidak tepat dapat mengganggu mekanisme perlindungan alami telinga anak dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.
Penyebab Penumpukan Kotoran Telinga pada Anak
Meskipun produksi kotoran telinga adalah proses alami, beberapa faktor dapat menyebabkan penumpukan berlebih yang mengganggu pada anak-anak. Berikut adalah beberapa penyebab umum:
- Anatomi telinga: Beberapa anak memiliki saluran telinga yang sempit atau berliku, menyulitkan keluarnya kotoran telinga secara alami.
- Produksi berlebih: Beberapa anak cenderung memproduksi lebih banyak serumen dibandingkan yang lain.
- Penggunaan alat bantu dengar atau earphone: Perangkat yang sering dimasukkan ke dalam telinga dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam dan menyebabkan penumpukan.
- Pembersihan yang tidak tepat: Ironisnya, upaya membersihkan telinga dengan cotton bud atau benda lain justru dapat mendorong kotoran lebih dalam dan menyebabkan penumpukan.
- Kondisi kulit tertentu: Beberapa kondisi kulit seperti eksim dapat mempengaruhi produksi dan konsistensi kotoran telinga.
- Faktor genetik: Kecenderungan untuk memproduksi kotoran telinga berlebih dapat diturunkan dalam keluarga.
- Paparan lingkungan: Lingkungan yang berdebu atau kotor dapat meningkatkan produksi kotoran telinga sebagai respons perlindungan.
Memahami penyebab-penyebab ini penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan menghindari praktik pembersihan yang berpotensi berbahaya pada anak-anak.
Advertisement
Bahaya Membersihkan Telinga Anak dengan Cara yang Salah
Meskipun niat untuk menjaga kebersihan telinga anak adalah baik, metode pembersihan yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Berikut adalah beberapa bahaya yang mungkin timbul dari praktik pembersihan telinga anak yang salah:
- Trauma pada gendang telinga: Penggunaan benda tajam atau cotton bud yang dimasukkan terlalu dalam dapat melukai atau bahkan merobek gendang telinga anak, menyebabkan gangguan pendengaran atau infeksi.
- Impaksi kotoran telinga: Ironisnya, upaya membersihkan telinga dengan cotton bud sering kali justru mendorong kotoran lebih dalam, menyebabkan penumpukan dan penyumbatan yang lebih parah pada anak.
- Iritasi dan infeksi: Pembersihan yang terlalu agresif dapat menggores kulit saluran telinga anak, membuka jalan bagi infeksi bakteri atau jamur.
- Gangguan keseimbangan: Manipulasi berlebihan pada telinga dapat mempengaruhi cairan di telinga bagian dalam anak, menyebabkan pusing atau gangguan keseimbangan.
- Hilangnya perlindungan alami: Menghilangkan terlalu banyak kotoran telinga dapat mengurangi perlindungan alami telinga anak terhadap debu, bakteri, dan iritasi.
- Reaksi alergi: Penggunaan produk pembersih telinga yang tidak cocok dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi pada kulit sensitif di dalam telinga anak.
- Tuli konduktif: Dalam kasus ekstrem, penumpukan kotoran telinga akibat pembersihan yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara pada anak.
Mengingat risiko-risiko ini, sangat penting bagi orang tua untuk mengadopsi metode pembersihan telinga yang aman dan efektif, serta menghindari praktik-praktik berbahaya yang dapat merusak kesehatan telinga anak jangka panjang.
Cara Aman Mengeluarkan Kotoran Telinga Anak tanpa Dikorek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363064/original/001188700_1758880513-baby-boy-listens-put-hand-his-ear.jpg)
Mengeluarkan kotoran telinga anak tanpa menggunakan alat yang dapat merusak merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan telinga mereka. Berikut adalah beberapa metode aman yang dapat orang tua coba:
- Biarkan telinga membersihkan diri: Dalam banyak kasus, telinga anak memiliki mekanisme self-cleaning yang efektif. Gerakan rahang saat berbicara atau mengunyah secara alami akan mendorong kotoran telinga keluar.
- Gunakan handuk lembab: Setelah mandi, bersihkan bagian luar telinga anak dengan handuk lembab. Jangan memasukkan handuk ke dalam saluran telinga.
- Tetes minyak mineral: Beberapa tetes minyak mineral hangat dapat membantu melunakkan kotoran telinga anak, memudahkannya untuk keluar secara alami.
- Larutan air garam: Campuran air hangat dan garam dapat digunakan untuk irigasi telinga yang lembut, membantu membersihkan kotoran yang menumpuk pada anak.
- Hidrogen peroksida encer: Larutan hidrogen peroksida 3% yang diencerkan dengan air dapat membantu melunakkan dan mengeluarkan kotoran telinga anak.
- Gerakan kepala: Setelah menggunakan tetes atau larutan, miringkan kepala anak ke samping untuk membantu cairan dan kotoran keluar.
- Kompres hangat: Menempelkan handuk hangat di telinga anak selama beberapa menit dapat membantu melunakkan kotoran telinga yang keras.
Penting untuk diingat bahwa metode-metode ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu sering. Jika anak mengalami ketidaknyamanan atau gejala seperti nyeri, gatal berlebihan, atau gangguan pendengaran, segera konsultasikan dengan dokter THT.
Advertisement
Penggunaan Obat Tetes Telinga untuk Anak
Mengutip situs resmi Rumah Sakit Mitra Keluarga, obat tetes telinga merupakan salah satu metode efektif untuk mengeluarkan kotoran telinga anak tanpa perlu mengorek. Berikut adalah panduan lengkap penggunaan obat tetes telinga untuk anak:
- Pilih obat tetes yang tepat: Carilah obat tetes telinga yang mengandung bahan aktif seperti karbamid peroksida atau docusate sodium yang aman untuk anak-anak. Konsultasikan dengan apoteker atau dokter untuk memilih produk yang sesuai.
- Baca petunjuk penggunaan: Pastikan untuk membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan dengan seksama.
- Persiapkan telinga anak: Sebelum menggunakan obat tetes, bersihkan bagian luar telinga anak dengan handuk lembab untuk menghilangkan kotoran yang terlihat.
- Posisikan anak: Miringkan kepala anak ke samping dengan telinga yang akan ditetesi menghadap ke atas. Untuk bayi atau anak kecil, Anda mungkin perlu meminta bantuan orang lain untuk menjaga posisi ini.
- Teteskan obat: Gunakan pipet atau aplikator yang disediakan untuk meneteskan jumlah obat yang direkomendasikan ke dalam saluran telinga anak.
- Tunggu beberapa menit: Biarkan obat bekerja selama 5-10 menit. Anda mungkin mendengar suara gelembung, yang menandakan obat sedang melunakkan kotoran telinga.
- Keluarkan cairan: Setelah waktu yang ditentukan, miringkan kepala anak ke arah berlawanan dan biarkan cairan beserta kotoran telinga yang telah melembut keluar. Gunakan tisu atau handuk untuk menampungnya.
- Ulangi jika perlu: Untuk kasus kotoran telinga yang padat, mungkin perlu mengulangi proses ini selama beberapa hari berturut-turut.
Perhatian: Jangan gunakan obat tetes telinga jika anak memiliki gejala infeksi telinga, seperti nyeri, demam, atau keluar cairan dari telinga. Dalam kasus tersebut, segera konsultasikan dengan dokter THT.
Memanfaatkan Minyak Alami untuk Membersihkan Telinga Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345275/original/043107900_1757555759-christin-hume-0MoF-Fe0w0A-unsplash__1_.jpg)
Minyak alami seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau baby oil merupakan alternatif yang aman untuk membantu melunakkan dan mengeluarkan kotoran telinga anak. Berikut adalah cara menggunakan minyak-minyak ini:
- Pilih minyak: Gunakan minyak zaitun murni, minyak kelapa, atau baby oil yang berkualitas baik dan aman untuk anak-anak.
- Hangatkan minyak: Panaskan minyak hingga sedikit hangat (tidak panas) dengan merendam botol minyak dalam air hangat selama beberapa menit.
- Posisikan anak: Miringkan kepala anak ke samping dengan telinga yang akan diobati menghadap ke atas.
- Teteskan minyak: Gunakan pipet atau dropper untuk meneteskan 2-3 tetes minyak hangat ke dalam saluran telinga anak.
- Pijat lembut: Pijat bagian luar telinga dengan lembut untuk membantu minyak meresap.
- Tunggu: Biarkan minyak bekerja selama 5-10 menit.
- Keluarkan: Miringkan kepala anak ke arah berlawanan dan biarkan minyak beserta kotoran telinga yang telah melembut keluar. Gunakan tisu untuk membersihkan.
- Ulangi jika perlu: Proses ini dapat diulangi 1-2 kali seminggu jika diperlukan.
Keuntungan menggunakan minyak alami adalah sifatnya yang lembut dan jarang menyebabkan iritasi pada kulit sensitif anak. Namun, jika anak mengalami ketidaknyamanan atau alergi, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.
Advertisement
Irigasi Telinga: Metode Efektif Membersihkan Kotoran Telinga Anak
Irigasi telinga adalah metode yang sering digunakan oleh profesional medis untuk membersihkan kotoran telinga yang menumpuk pada anak-anak. Meskipun efektif, prosedur ini sebaiknya dilakukan oleh dokter THT atau petugas kesehatan terlatih. Namun, jika orang tua ingin mencobanya di rumah, ikuti langkah-langkah berikut dengan hati-hati:
- Persiapkan larutan: Campurkan air hangat dengan sedikit garam (1/4 sendok teh garam untuk 1 cangkir air).
- Gunakan alat yang tepat: Idealnya, gunakan alat irigasi khusus yang dirancang untuk telinga anak. Jangan gunakan semprotan air bertekanan tinggi.
- Posisikan anak: Miringkan kepala anak ke samping dengan telinga yang akan diirigasi menghadap ke atas.
- Tarik telinga: Tarik daun telinga perlahan ke atas dan ke belakang untuk meluruskan saluran telinga.
- Semprotkan larutan: Dengan lembut, semprotkan larutan hangat ke dalam saluran telinga anak. Arahkan aliran air ke dinding saluran telinga, bukan langsung ke gendang telinga.
- Biarkan air mengalir keluar: Air akan mengalir keluar dari telinga, membawa serta kotoran telinga yang telah melembut.
- Ulangi jika perlu: Proses ini dapat diulangi beberapa kali hingga air yang keluar jernih.
- Keringkan telinga: Setelah selesai, miringkan kepala anak untuk mengeluarkan sisa air, lalu keringkan bagian luar telinga dengan handuk lembut.
Peringatan penting:
- Jangan lakukan irigasi jika anak memiliki lubang pada gendang telinga atau riwayat operasi telinga.
- Hentikan prosedur jika anak merasakan nyeri atau pusing.
- Jangan gunakan air yang terlalu dingin atau terlalu panas, karena dapat menyebabkan vertigo pada anak.
- Jika kotoran telinga tidak keluar setelah beberapa kali mencoba, atau jika anak mengalami ketidaknyamanan, segera konsultasikan dengan dokter THT.
Penggunaan Kompres Hangat untuk Melunakkan Kotoran Telinga
Kompres hangat merupakan metode sederhana namun efektif untuk membantu melunakkan kotoran telinga anak yang keras. Berikut adalah langkah-langkah penggunaan kompres hangat:
- Siapkan handuk kecil: Gunakan handuk bersih yang lembut dan ukurannya sesuai untuk telinga anak.
- Rendam dalam air hangat: Celupkan handuk ke dalam air hangat (tidak panas) dan peras hingga lembab.
- Aplikasikan pada telinga: Tempelkan handuk hangat pada telinga anak yang bermasalah selama 5-10 menit.
- Ulangi beberapa kali: Proses ini dapat diulangi 3-4 kali sehari untuk hasil yang optimal.
- Bersihkan telinga bagian luar: Setelah kompres, gunakan ujung handuk yang bersih untuk membersihkan kotoran yang mungkin keluar ke bagian luar telinga.
- Kombinasikan dengan metode lain: Kompres hangat dapat dikombinasikan dengan penggunaan minyak alami atau obat tetes telinga untuk meningkatkan efektivitasnya.
Kompres hangat bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah di area telinga, yang membantu melunakkan kotoran telinga dan memudahkannya untuk keluar secara alami. Metode ini sangat aman dan nyaman untuk anak-anak, serta dapat membantu meredakan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan akibat penumpukan kotoran telinga.
Advertisement
Cara Mencegah Penumpukan Kotoran Telinga pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363065/original/087532300_1758880515-young-asian-girl-home-enjoying-childhood.jpg)
Mencegah penumpukan kotoran telinga adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan telinga anak. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mencegah akumulasi berlebihan kotoran telinga pada anak:
- Jaga kebersihan telinga bagian luar: Bersihkan bagian luar telinga dan belakang telinga anak secara teratur saat mandi menggunakan air dan sabun lembut.
- Hindari penggunaan cotton bud: Penggunaan cotton bud atau benda sejenis dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam dan menyebabkan penumpukan.
- Gunakan pelindung telinga: Saat berenang atau di lingkungan berdebu, gunakan pelindung telinga untuk mencegah masuknya air atau partikel asing ke telinga anak.
- Jaga kelembaban telinga: Keringkan telinga anak dengan hati-hati setelah mandi atau berenang untuk mencegah kelembaban berlebih yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri.
- Perhatikan diet: Konsumsi makanan yang kaya omega-3 dan vitamin E dapat membantu menjaga kesehatan kulit di dalam telinga anak.
- Hindari iritasi: Jangan memasukkan benda asing ke dalam telinga anak, termasuk jari atau alat pembersih yang tidak sesuai.
- Lakukan pembersihan berkala: Jika anak cenderung menghasilkan banyak kotoran telinga, lakukan pembersihan ringan secara berkala menggunakan metode yang aman seperti tetes minyak mineral.
- Perhatikan gejala: Waspadai tanda-tanda penumpukan kotoran telinga seperti rasa penuh di telinga atau penurunan pendengaran pada anak.
- Konsultasi rutin: Lakukan pemeriksaan telinga rutin dengan dokter THT, terutama jika anak memiliki riwayat masalah telinga.
- Kelola alergi: Jika anak memiliki alergi yang mempengaruhi saluran pernapasan atas, kelola dengan baik karena dapat mempengaruhi produksi kotoran telinga.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, orang tua dapat secara signifikan mengurangi risiko penumpukan kotoran telinga berlebih pada anak. Penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki pola produksi kotoran telinga yang berbeda, jadi apa yang efektif untuk satu anak mungkin perlu disesuaikan untuk anak lain.
Arti Warna Kotoran Telinga
1. Kotoran Telinga Hitam
Mengutip situs resmi Ciputra, warna hitam biasanya muncul karena kotoran sudah lama menumpuk di dalam telinga. Teksturnya cenderung padat, tebal, dan lengket. Kondisi ini sering dialami orang yang bekerja di lingkungan berdebu atau kotor.
2. Kotoran Telinga Cokelat Tua
Kotoran cokelat tua masih dianggap normal, terutama pada orang yang lebih tua. Namun, jika menumpuk tanpa dibersihkan, bisa memicu gangguan pendengaran, nyeri, atau pusing. Jadi, penting tetap menjaga kebersihan telinga meskipun warnanya tampak normal.
3. Kotoran Telinga Hijau
Kotoran telinga hijau mengindikasikan adanya infeksi telinga. Biasanya disertai bau tidak sedap dan kadang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter agar tidak memburuk.
4. Kotoran Telinga Putih
Pada sebagian kasus, warna putih masih normal, tetapi bisa juga menjadi tanda infeksi. Beberapa obat tetes atau semprotan telinga dapat membuat warnanya terlihat lebih pucat. Namun, bila perubahan terjadi mendadak tanpa obat, sebaiknya segera waspada.
5. Kotoran Telinga Merah
Warna merah menandakan bercampurnya kotoran dengan darah. Hal ini bisa terjadi akibat cedera pada liang telinga atau perforasi gendang telinga. Biasanya berbentuk cairan lengket, dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Advertisement
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter THT
Meskipun banyak metode pembersihan telinga yang dapat dilakukan di rumah, ada situasi di mana konsultasi dengan dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) sangat diperlukan untuk anak. Berikut adalah beberapa kondisi yang mengindikasikan perlunya membawa anak ke dokter THT:
- Nyeri telinga yang persisten: Jika anak mengalami nyeri telinga yang tidak kunjung reda setelah beberapa hari.
- Gangguan pendengaran: Penurunan kemampuan mendengar atau sensasi telinga tersumbat yang tidak membaik dengan pembersihan ringan.
- Tinnitus: Anak mengeluhkan suara berdenging atau berdengung di telinga yang terus-menerus.
- Pusing atau vertigo: Sensasi berputar atau ketidakseimbangan yang mungkin terkait dengan masalah telinga.
- Keluar cairan dari telinga: Terutama jika cairan berwarna atau berbau tidak normal.
- Gatal berlebihan: Rasa gatal di telinga yang tidak hilang dan mengganggu anak.
- Riwayat masalah telinga: Jika anak memiliki riwayat infeksi telinga, operasi telinga, atau masalah pendengaran.
- Trauma telinga: Setelah anak mengalami cedera pada telinga atau kepala.
- Kegagalan pembersihan mandiri: Jika metode pembersihan di rumah tidak berhasil mengatasi masalah kotoran telinga anak.
- Benda asing di telinga: Jika Anda mencurigai ada benda asing yang masuk ke dalam telinga anak.
Dokter THT memiliki peralatan khusus dan keahlian untuk mendiagnosis dan menangani berbagai masalah telinga anak dengan aman. Mereka dapat melakukan pemeriksaan telinga yang menyeluruh, termasuk:
- Otoskopi: Pemeriksaan visual saluran telinga dan gendang telinga anak.
- Tes pendengaran: Untuk mengevaluasi tingkat pendengaran anak.
- Pembersihan profesional: Menggunakan teknik dan alat khusus untuk mengeluarkan kotoran telinga yang menumpuk dengan aman pada anak.
- Diagnosis dan pengobatan: Untuk kondisi seperti infeksi telinga atau masalah telinga lainnya pada anak.
Ingatlah bahwa kesehatan telinga anak adalah hal yang serius. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika anak mengalami gejala yang mengganggu atau tidak biasa. Pencegahan dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
Pertanyaan seputar Topik
Apakah aman membersihkan telinga anak dengan cotton bud?
Tidak, cotton bud berisiko mendorong kotoran lebih dalam dan melukai telinga.
Bagaimana cara aman mengeluarkan kotoran telinga anak?
Gunakan tetes telinga khusus atau biarkan kotoran keluar alami saat mandi.
Kapan harus membawa anak ke dokter THT untuk membersihkan telinga?
Jika kotoran menumpuk, keras, atau menyebabkan gangguan pendengaran.
Apakah kotoran telinga anak harus selalu dibersihkan?
Tidak, karena sebagian besar kotoran telinga akan keluar dengan sendirinya.
Apa tanda telinga anak bermasalah akibat kotoran menumpuk?
Anak sering menggaruk telinga, merasa tidak nyaman, atau pendengarannya berkurang.
Â
Sumber:
https://www.mitrakeluarga.com/artikel/cara-membersihkan-telinga
https://ciputrahospital.com/arti-warna-kotoran-telinga/
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864020/original/002661400_1735004657-FOTO_RIZKA_NUR_LAILY_MUALLIFA.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363063/original/046315400_1758880471-r73lAY3AIW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)